Hendrawan Bicara Tradisi Emas Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

RR Ukirsari Manggalani, Arief Apriadi

Selasa, 18 Februari 2020 | 12:55 WIB
Hendrawan Bicara Tradisi Emas Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade
Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan. [AFP/Yoshikazu Tsuno]

Suara.com - Legenda bulu tangkis Tanah Air, Hendrawan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki standar yang begitu tinggi perihal target di ajang multi event terakbar dunia, yakni Olimpiade.

Sejak Susy Susanti meraih medali emas pertama bagi cabang olahraga bulu tangkis--maupun Indonesia secara keseluruhan--pada 1992 silam, standar yang dipatok PBSI memang begitu tinggi.

Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan (kiri), berfoto bersama peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney, Ji Xinpeng (China/tengah), dan Xia Xuanze asal China yang meraih medali perunggu. [AFP/Robyn Beck]
Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan (kiri), berfoto bersama peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney, Ji Xinpeng (China/tengah), dan Xia Xuanze asal China yang meraih medali perunggu. [AFP/Robyn Beck]

Setiap multi event empat tahunan itu berlangsung, bulu tangkis Indonesia selalu mematok target medali emas. Di luar itu, kata Hendrawan, hasil yang diraih atlet, sama halnya dengan sebuah kegagalan.

Opini Hendrawan tak berlebihan. Eks tunggal putra berusia 47 tahun itu pernah merasakan sendiri kecewa lantaran gagal mengemban "tradisi emas" bulutngkis di Olimpiade 2000 Sydney.

Memang, pasangan ganda putra Tony Gunawan/Candra Wijaya berhasil menjadi kampiun usai mengalahkan wakil Korea Selatan, Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung, dengan skor 15-10, 9-15, 15-7. Namun, secara pribadi, Hendrawan merasa kecewa lantaran dari tangannya, kepingan emas harus terlepas setelah di partai final dirinya kalah dari Ji Xinpeng (China), dengan skor 4-15, 13-15.

"Di Indonesia, medali perak, perunggu itu artinya gagal, karena tradisi kita emas olimpiade. Saya sendiri memang merasa gagal," ujar Hendrawan mengenang perjuangannya di Olimpiade 2000, dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (18/2/2020).

Perolehan medali perak itu sempat membuat Hendrawan merasa gagal. Pasalnya, dalam sejarah Indonesia di Olimpiade, hanya bulutangkis yang mampu menyumbangkan emas dengan total tujuh medali.

"Waktu cerita dengan teman di cabor lain, dia bilang saya tidak boleh berpikir begitu, karena kita adalah olympian, masuk Olimpiade saja tidak gampang, apalagi dapat medali," tutur mantan pemain kelahiran Malang, 27 Juni 1972 ini.

"Tapi di bulu tangkis kan tidak begitu, kami ditarget emas. Contohnya Tontowi (Ahmad)/Liliyana (Natsir), kalau waktu itu tidak dapat emas, pasti dibilang gagal juga. Karena target dan tradisinya sudah emas," lanjutnya.

Selepas Hendrawan mempersembahkan medali perak Olimpiade 2000, Taufik Hidayat berhasil mengembalikan "tradisi emas" sektor tunggal putra di Olimpiade 2004 Athena.

Dalam laga di Goudi Olympic Hall, Taufik keluar sebagai pemenang setelah di laga final berhasil membungkam wakil Korea Selatan, Shon Seung-Mo dengan skor 15-8, 15-7.

Sejak saat itu, sektor tunggal putra Indonesia seakan mati suri karena tak pernah lagi benar-benar bertaji di multi event terakbar dunia.

Wakil-wakil tunggal putra Indonesia dan sektor lainnya kini punya kesempatan untuk kembali meneruskan "tradisi emas Olimpiade" yang terakhir kali dilakukan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada 2016 silam.

Olimpiade 2020 Tokyo akan berlangsung di Musashino Forest Sports Plaza, pada 25-3 Agustus mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hendrawan: Musuh Terbesar di Olimpiade Adalah Situasi dan Kemauan

Hendrawan: Musuh Terbesar di Olimpiade Adalah Situasi dan Kemauan

Sport | Selasa, 18 Februari 2020 | 09:05 WIB

Pompa Semangat Atlet RI, Hendrawan Kenang Perjuangan di Olimpiade 2000

Pompa Semangat Atlet RI, Hendrawan Kenang Perjuangan di Olimpiade 2000

Sport | Selasa, 18 Februari 2020 | 08:05 WIB

Keren, Bahan Bakar Mobil sampai Obor Olimpiade 2020 Serba Hidrogen

Keren, Bahan Bakar Mobil sampai Obor Olimpiade 2020 Serba Hidrogen

Otomotif | Selasa, 28 Januari 2020 | 11:15 WIB

Terkini

Transformasi Istora Senayan Jadi Arena Sportainment Kelas Dunia di Indonesia Open 2026

Transformasi Istora Senayan Jadi Arena Sportainment Kelas Dunia di Indonesia Open 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 20:02 WIB

Daftar 21 Wakil Tuan Rumah di Indonesia Open 2026: dari Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri

Daftar 21 Wakil Tuan Rumah di Indonesia Open 2026: dari Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 19:48 WIB

Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026

Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 19:32 WIB

Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!

Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 17:51 WIB

Indonesia Open 2026: Shohibul Fikri Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up saat Tampil di Istora

Indonesia Open 2026: Shohibul Fikri Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up saat Tampil di Istora

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 17:10 WIB

Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026

Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 15:07 WIB

Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026

Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 12:11 WIB

Fajar/Fikri Syukuri Hasil Runner-up di Singapore Open 2026, Targetkan Hasil Lebih Baik ke Depan

Fajar/Fikri Syukuri Hasil Runner-up di Singapore Open 2026, Targetkan Hasil Lebih Baik ke Depan

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:34 WIB

Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 GP Italia 2026

Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 GP Italia 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:29 WIB

Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini

Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:26 WIB