Ajang Olahraga Profesional Tetap Boleh Jalan, Diimbau Tanpa Penonton

Jum'at, 13 Maret 2020 | 20:46 WIB
Ajang Olahraga Profesional Tetap Boleh Jalan, Diimbau Tanpa Penonton
Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers terkait nasib kompetisi olahraga profesional Indonesia ditengah wabah virus Corona di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengizinkan kompetisi olahraga profesional di Indonesia tetap berjalan ditengah wabah Corona.

Keputusan itu diambil setelah menggelar pertemuan dengan KONI, NOC Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan tiga induk cabang olahraga terkait yakni Perbasi (bola basket), PBVSI (bola voli), dan PSSI (sepakbola), Jumat (13/3/2020) sore.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Menpora Zainudin Amali membeberkan beberapa poin hasil dari kesepakatan pertemuan tersebut.

Merujuk rekomendasi dari Kemenkes, Kemenpora mengembalikan keputusan terkait nasib dari masing-masing kompetisi—Proliga, IBL, dan Liga 1—kepada induk cabor masing-masing.

"Kebijakan tentang keberlangsungan kegiatan olahraga yang sedang dan akan dilaksanakan baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri, diserahkan ke induk olahraga masing-masing dengan memperhatikan perkembangan penyebaran virus Corona di Tanah Air," ujar Menpora Zainudin Amali.

Di samping itu, masih merujuk rekomendasi Kemenkes, Zainudin mengimbau bahwa kompetisi yang nantinya tetap dilangsungkan, sebaiknya digelar tanpa penonton.

"Rujukan kami adalah Kemenkes. Kemenkes tak beri rekomendasi untuk kompetisi olahraga (profesional) dihentikan. Ada himbauan itu tanpa penonton," bebernya.

Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers terkait nasib kompetisi olahraga profesional Indonesia ditengah wabah virus Corona di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]
Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers terkait nasib kompetisi olahraga profesional Indonesia ditengah wabah virus Corona di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Lebih jauh, politikus partai Golkar itu menjelaskan alasan pemerintah tak langsung menghentikan masing-masing kompetisi yang hingga kini tetap berjalan.

Menurutnya, kompetisi olahraga profesional hanya bisa dihentikan melalui keputusan masing-masing pengurus.

Baca Juga: Hans: Banyak Olahraga Ditunda, Bulutangkis Jalan Terus, Masuk Akal Enggak?

Pemerintah hanya bisa memberi himbauan dan menerangkan terkait kondisi terkini.

"Tak bisa. Ini kompetisi profesional. yang punya kewenangan jalan dan tidaknya itu adalah pengelola kompetisi itu sendiri," beber Amali.

"Kan rules-nya begitu. Kewajiban Pemerintah adalah memberi situasi dan kondisi. Kemenkes memberitahu banyak hal ini loh kondisinya. Semua menerima, baik apa yang disampaikan itu menjadi dasar untuk mereka komunikasi dengan pengurus dan klub masing-masing," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI