Dampak Virus Corona, Menpora Minta Federasi Tak Korbankan Atlet

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Dampak Virus Corona, Menpora Minta Federasi Tak Korbankan Atlet
Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers terkait nasib kompetisi olahraga profesional Indonesia ditengah wabah virus Corona di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Dampak virus Corona dikhawatirkan membuat atlet terkena imbas pemotongan gaji.

Suara.com - Wabah virus Corona telah memaksa kompetisi olahraga di Indonesia berhenti. Kemenpora mengimbau kondisi itu jangan sampai membuat induk cabang olahraga menelantarkan atlet.

Indonesia setidaknya memiliki tiga liga atau kompetisi profesional yakni Liga 1 (PSSI), Indonesian Basketball League (Perbasi), serta Proliga (PBVSI).

Liga 1 dan IBL 2020 tengah dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19. Sedangkan Proliga sudah resmi berhenti.

Terhentinya wadah kompetisi jelas berdampak pada keuangan masing-masing tim peserta. Hal itu dikhawatirkan membuat atlet terkena imbas pemotongan gaji.

Khusus Liga 1, PSSI telah mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 48/SKEP/III/2020.

Klub diperbolehkan membayar gaji pemain dan jajaran hanya 25 persen saja dari gaji sesungguhnya untuk bulan Maret, April, Mei dan Juni.

Sementara bagi dua liga profesional lainnya, kesepakatan itu hingga kini belum ada. Khusus IBL, manajemen liga menyebut tengah mempertimbangkan hal tersebut.

Menpora Zainudin Amali turut angkat bicara terkait kondisi itu. Dia mengimbau agar setiap federasi bisa melindungi atlet dan segenap orang yang terlibat dalam liga.

"Soal liga yang terhenti, pemerintah tak bisa masuk terlalu jauh karena ada aturan masing-masing dari federasi," ujar Zainudin dalam video conference di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

"Paling kami hanya komunikasi, tolong perhatikan agar kepentingan atlet dan wasit jangan sampai terlalu dikorbankan," tambahnya.

Menurut Zainudin, setiap liga profesional pasti memiliki kontrak antar pemain dan klub.

Hal itu dinilainya bisa jadi acuan terkait skema pembayaran upah dimasa pandemi Covid-19.

"Nah ini kan sudah dikelola secara profesional, artinya ada kontrak antara pemain dan klub. Jadi sebelumnya sudah ada kesepakatan," tutur Zainudin.

"Kejadian saat ini masuk kategori apa? Kan ada kategori-kategori yang memungkinkan untuk kontrak itu bisa dijalankan secara normal atau ada perubahan, tentu ini kesepakatan kedua belah pihak," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS