Array

Dampak Virus Corona, Menpora Minta Federasi Tak Korbankan Atlet

Selasa, 07 April 2020 | 20:37 WIB
Dampak Virus Corona, Menpora Minta Federasi Tak Korbankan Atlet
Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers terkait nasib kompetisi olahraga profesional Indonesia ditengah wabah virus Corona di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Wabah virus Corona telah memaksa kompetisi olahraga di Indonesia berhenti. Kemenpora mengimbau kondisi itu jangan sampai membuat induk cabang olahraga menelantarkan atlet.

Indonesia setidaknya memiliki tiga liga atau kompetisi profesional yakni Liga 1 (PSSI), Indonesian Basketball League (Perbasi), serta Proliga (PBVSI).

Liga 1 dan IBL 2020 tengah dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19. Sedangkan Proliga sudah resmi berhenti.

Terhentinya wadah kompetisi jelas berdampak pada keuangan masing-masing tim peserta. Hal itu dikhawatirkan membuat atlet terkena imbas pemotongan gaji.

Khusus Liga 1, PSSI telah mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 48/SKEP/III/2020.

Klub diperbolehkan membayar gaji pemain dan jajaran hanya 25 persen saja dari gaji sesungguhnya untuk bulan Maret, April, Mei dan Juni.

Sementara bagi dua liga profesional lainnya, kesepakatan itu hingga kini belum ada. Khusus IBL, manajemen liga menyebut tengah mempertimbangkan hal tersebut.

Menpora Zainudin Amali turut angkat bicara terkait kondisi itu. Dia mengimbau agar setiap federasi bisa melindungi atlet dan segenap orang yang terlibat dalam liga.

"Soal liga yang terhenti, pemerintah tak bisa masuk terlalu jauh karena ada aturan masing-masing dari federasi," ujar Zainudin dalam video conference di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Kenalkan! Taylor Pischke, Atlet Voli Pantai Tercantik di Dunia

"Paling kami hanya komunikasi, tolong perhatikan agar kepentingan atlet dan wasit jangan sampai terlalu dikorbankan," tambahnya.

Menurut Zainudin, setiap liga profesional pasti memiliki kontrak antar pemain dan klub.

Hal itu dinilainya bisa jadi acuan terkait skema pembayaran upah dimasa pandemi Covid-19.

"Nah ini kan sudah dikelola secara profesional, artinya ada kontrak antara pemain dan klub. Jadi sebelumnya sudah ada kesepakatan," tutur Zainudin.

"Kejadian saat ini masuk kategori apa? Kan ada kategori-kategori yang memungkinkan untuk kontrak itu bisa dijalankan secara normal atau ada perubahan, tentu ini kesepakatan kedua belah pihak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI