Kisah Bona Septano: Frustrasi di Bulutangkis 'Nyasar' Jadi Pilot

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Kisah Bona Septano: Frustrasi di Bulutangkis 'Nyasar' Jadi Pilot
Mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pilot, Bona Septano. [Instagram@bona_septano]

Bona Septano mengaku masih menjabat sebagai co-pilot.

Suara.com - Tak pernah terbersit di benak Bona Septano bahwa jalan hidup membawanya kini menjadi seorang pilot pesawat komersil.

Sejak kecil, cita-citanya hanyalah menjadi pebulutangkis top dan memenangkan banyak gelar.

Tak heran Bona Septano kecil bercita-cita jadi atlet top tepok bulu. Darah bulutangkis memang mengalir deras dalam keluarganya.

Kakak dan adik perempuannya—Markis Kido dan Pia Zebadiah Bernadet—tak lain mantan atlet bulutangkis Pelatnas PBSI.

Markis Kido contohnya, pernah meraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing di sektor ganda putra bersama Hendra Setiawan.

Sedangkan sang adik, Pia Zebadiah merupakan atlet ganda putri yang yang sudah malang melintang di dunia internasional, dan cukup lama membela Timnas Indonesia.

Olimpiade 2012 London mengubah kisah hidup seorang Bona Septano.

Setelah gagal menunaikan tugas meraih medali bersama Mohammad Ahsan, pikiran meninggalkan bulutangkis mulai mencuat dalam dirinya.

"Dari situ saya mulai memikirkan ke depannya, di bulutangkis bagaimana, karier saya untuk lanjut. Gagal di Olimpiade 2012 membuat saya cukup tertekan," kenang Bona Septano saat dihubungi Suara.com.

Bona Septano sadar selepas Olimpiade 2012 dia tak akan lagi berpasangan dengan Ahsan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS