Indonesia Percaya Diri Bawa Pulang Piala Thomas 2020, Ini Alasannya

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Indonesia Percaya Diri Bawa Pulang Piala Thomas 2020, Ini Alasannya
Kabid Binpres PBSI Susy Susanti ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Indonesia kali terakhir meraih gelar juara Piala Thomas adalah pada 2002 silam

Suara.com - Tim beregu putra Indonesia mematok target tinggi di Piala Thomas 2020. PBSI meminta skuat Merah Putih membawa pulang trofi juara ke Tanah Air.

Pernyataan itu nyatanya bukan hanya janji manis atau sesumbar dari PBSI. Terdapat faktor khusus yang membuat Indonesia percaya diri bisa merengkuh gelar.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabin Binpres) PBSI, Susy Susanti, komposisi tim beregu putra Indonesia saat ini sangat solid.

"Saat ini kekuatan di beregu putra cukup solid. Ranking sektor ganda itu ada di peringkat 1,2, dan 5 dunia," kata Susy saat dihubungi Suara.com, Kamis (6/8/2020).

"Secara prestasi juga rata. Untuk ganda putra, siapa saja yang main kami yakin," tambahnya.

Sementara di sektor tunggal putra, Susy tak menampik masih banyak kekurangan.

Namun, dua pilar utama yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting dinilai sudah selevel pemain elit.

"Dari tunggal kita hanya butuh colong satu (poin). Kalau lihat prestasi Jonatan dan Ginting, memang belum 100 persen, tapi mereka bisa menang dan kalah lawan pemain elit dunia," jelas Susy.

Di samping itu, gelar juara Badminton Asia Team Championships (BATC)--ajang kualifikasi zona Asia untuk Piala Thomas 2020--disebut Susy jadi modal besar jelang Piala Thomas.

BATC 2020 bisa menjadi tolok ukur kekuatan negara-negara d Asia, yang hingga saat ini bisa dibilang masih merupakan zona paling kuat di perbulutangkisan dunia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS