Suara.com - Indonesia kerap menelurkan atlet-atlet berprestasi yang kiprahnya bahkan mampu bersaing di level internasional. Dalam satu tahun terakhir, setidaknya terdapat lima atlet yang konsisten memberikan prestasi bagi Merah Putih.
Menyambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020, Suara.com coba merangkum siapa-siapa saja atlet Tanah Air yang memiliki prestasi gemilang di kancah internasional.
Karena dunia olahraga relatif terhenti di 2020 karena pandemi COVID -19, indikator prestasi atlet yang akan digunakan adalah kegemilangan yang diraih olahragawan Merah Putih di berbagai kompetisi tahun lalu.
Berikut 5 Atlet Berprestasi yang Membanggakan Nama Indonesia:
1. Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon

Berbicara atlet berprestasi Indonesia, nama pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tak boleh dikesampingkan.
Pasangan ganda putra nomor satu dunia itu konsisten memberikan prestasi bagi Indonesia setidaknya dalam tiga tahun terakhir.
Pada kompetisi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) 2020--yang telah terhenti sejak Maret--Kevin / Marcus sudah meraih satu gelar juara.
Dia mempersembahkan podium juara Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan kompatriot sekaligus seniornya di Pelatnas PBSI, Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan.
Sementara sepanjang tahun lalu, Kevin / Marcus tercatat meraih delapan gelar juara BWF World Tour. Hasil itu membuat mereka kokoh duduk diperingkat satu dunia.
Delapan gelar BWF World Tour 2019 yang diraih Kevin/Marcus, antara lain Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, French Open, dan Fuzhou China Open.
![Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan menggigit medali emas yang diraihnya dari cabang olahraga angkat besi SEA Games 2019 kelas 61 kg putra, Senin (2/12). [Dok. KOI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/02/16357-eko-yuli-irawan.jpg)
Eko Yuli Irawan kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu lifter atau atlet angkat besi andalan Indonesia.
Setelah meraih medali perak di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, penampilannya di kancah internasional terus membuahkan hasil positif.
Sepanjang 2019, Eko sukses meraih berbagai prestasi. Antara lain medali emas Piala Dunia, medali perunggu Kejuaraan Asia, perak Kejuaraan Dunia, serta medali emas SEA Games.
Hasil itu membuat posisi Eko di klasemen raihan poin kualifikasi di kelas 61 kg Olimpiade 2020 semakin mantap. Kini, dia menduduki peringkat kedua dengan raihan 4,162.7503 poin.
![Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/04/09/79320-lalu-muhammad-zohri.jpg)
Lalu Muhammad Zohri adalah atlet Indonesia yang namanya mencuat baru-baru ini, terkhusus saat mengikuti Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Setelah mengesankan Indonesia dengan meraih gelar juara dunia gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20, di Tampere, Finlandia, 2018 lalu, dia membuktikan bukanlah sprinter one hit wonder.
Atlet yang dijuluki Bocah Ajaib dari Lombok itu mampu menjaga performa dan bahkan meningkatkannya sepanjang 2019.
Tercatat, Zohri meraih medali emas 1st Malaysia Open Grand Prix, perak Kejuaraan Atletik Asia, dan perunggu di Seiko Golden Grand Prix Osaka.
Di sela-sela raihan prestasi itu, Zohri juga berhasil memecahkan beberapa rekor di nomor lari 100 meter putra.
Saat meraih medali perak Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri memecahkan rekor nasional sekaligus menjadi manusia tercepat se-Asia Tenggara.
Catatan waktu 10,13 detik yang dibukukannya berhasil melampaui rekor seniornya, Suryo Agung Wibowo, yang terkenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara sejak 2009.
Zohri kemudian mempertajam rekornya di nomor 100 meter putra. Saat mengikuti Seiko Golden Grand Prix Osaka, pemuda kelahiran Lombok Utara itu mencatatkan waktu 10,03 detik.
Hasil tersebut tak hanya membuatnya diganjar medali perunggu. Namun, dia juga sukses memecahkan rekornas atas namanya sendiri yakni 10,13 detik.
Disamping itu, catatan waktu 10,03 detik juga membuat peraih medali emas Kejuaran Dunia Atletik U-20 2018 tersebut berhak lolos otomatis ke Olimpiade Tokyo.
Catatan waktunya dipastikan telah menembus limit multievent terbesar dunia nomor lari 100 meter putra, yakni 10.05 detik.
![Lifter Indonesia Windy Cantika Aisah meraih medali emas cabang olahraga angkat besi SEA Games 2019 kelas 49 kg putri, Senin (2/12). [Dok. KOI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/02/26770-lifter-windy-cantika-aisah.jpg)
Windy Cantika Aisah adalah lifter putri muda yang namanya baru mencuat tahun lalu. Setelah Indonesia kehilangan Sri Wahyuni, Windy muncul sebagai harapan baru.
Kendati masih berada di level remaja, di mana usianya kini baru menginjak 18 tahun, presatsi yang ditorehkannya tidaklah sembarang.
Windy merupakan peraih medali emas SEA Games 2019 di nomor 49 kg putri. Tak hanya merebut podium tertinggi, dirinya juga sukses mempertajam tiga rekor dunia atas namanya sendiri.
Atlet yang merupakan putri dari Siti Aisah, lifter peraih perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1988 itu meraih podium tertinggi di Filipina setelah mencatatkan angkatan seberat 190 kilogram.
Total angkatan itu merupakan rincian dari 86 kilogram snatch, dan 104 kilogram clean and jerk.
Angkatan snatch miliknya sukses melampaui rekor dunia yang diraihnya pada Kejuaraan Asia Junior dan Remaja 2019 di Pyongyang, Korea Utara, Oktober lalu. Saat itu Windy mencatatkan snatch 84 kilogram.
Dari angkatan clean and jerk, Windy lagi-lagi melampaui rekornya sendiri yakni 102 kilogram saat mengikuti kejuaraan yang sama di Pyongyang.
Raihan tersebut secara otomatis membuatnya juga melampaui rekor dunia pada total angkatan. Angkatan 190 kilogram melewati rekor sebelumnya yang lagi-lagi atas namanya sendiri yakni 186 kilogram.
5. Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan
![Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, menjuarai BWF World Tour Finals (WTF) 2019, Minggu (15/12) malam WIB. [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/16/31189-hendra-setiawanmohammad-ahsan.jpg)
Tak lengkap bila tidak memasukan nama pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kedalam daftar atlet berprestasi Indonesia,
Keduanya memang telah berumur diatas kepala tiga. Namun, ketekunan dan semangat juang terbukti membawa pasangan berjuluk The Daddies itu kembali ke level tertinggi.
Tahun lalu bisa dibilang jadi awal kebangkitan Hendra/Ahsan setelah kembali berpasangan pada 2018. Mereka tampil begitu ciamik dengan raihan trofi-trofi penting.
Kendati tak meraih gelar sebanyak Kevin / Marcus, Hendra / Ahsan tercatat menjadi yang terbaik di turnamen prestisius yakni All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals (WTF).
Hasil itu membuat mereka menjadi pasangan ganda putra pertama yang bisa merebut gelar All England, Kejuaraan Dunia, dan WTF di tahun yang sama.
Di tahun ini, Hendra / Ahsan berhasil masuk final Indonesia Masters 2020 kendati harus puas menjadi runner-up usai ditundukan Kevin/Marcus dengan skor 15-21, 16-21.