Indonesia Mundur dari Piala Thomas dan Uber, Herry IP: Ini yang Terbaik

Rully Fauzi | Arief Apriadi
Indonesia Mundur dari Piala Thomas dan Uber, Herry IP: Ini yang Terbaik
Pelatih kepala ganda putra PBSI, Herry IP. [Suara.com/Arief Apriadi]

Pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry IP angkat bicara soal mundurnya Indonesia.

Suara.com - Pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP memandang keputusan Indonesia mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 memang merupakan pilihan yang terbaik.

Indonesia telah menarik diri dari kejuaraan bulutangkis beregu putra dan putri paling bergengsi itu pada Jumat (11/9/2020). Pandemi virus Corona jadi alasan utama.

Menurut Herry, mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020 adalah langkah terbaik yang bisa diambil Indonesia mengingat keselamatan ofisial dan atlet menjadi yang utama.

"Ini keputusan bersama antara pengurus, pemain dan pelatih," ungkap Herry IP saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga: Resmi Berpisah dengan Nike, Puma Kini Sponsori Neymar

"Menurut saya, itu (keputusan) yang terbaik dalam kondisi sekarang ini. Menurut saya, keselamatan adalah segala-galanya," tambahnya.

Indonesia awalnya masih mempertimbangkan untuk ikut berpartisipasi dalam kejuaraan prestisius yang tahun ini rencananya dihelat di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober tersebut.

Namun, dinamika yang terjadi, ditambah kondisi pandemi virus Corona yang tak menunjukkan tanda-tanda penurunan, membuat skuat Merah-Putih akhirnya memutuskan mundur.

Sebelum Indonesia, negara-negara lain seperti Thailand, Taiwan, Australia, hingga Korea Selatan juga telah menarik diri.

"Menurut saya, ini yang terbaik yang diambil PBSI. Kemudian negara lain juga banyak yang mengundurkan diri. Lalu Indonesia kan tidak diterima 59 negara, termasuk Denmark," tandas Herry IP.

Baca Juga: Resmi! Indonesia Mundur Jadi Tuan Rumah BWF World Tour

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS