Soal Penggunaan Radio Komunikasi, Pebalap MotoGP Terbagi Dua

Kamis, 17 September 2020 | 11:52 WIB
Soal Penggunaan Radio Komunikasi, Pebalap MotoGP Terbagi Dua
Pebalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli memimpin saat balapan di MotoGP San Marino 2020 di sirkuit Misano. ANDREAS SOLARO / AFP

Suara.com - Penggunaan radio komunikasi layaknya di ajang Formula 1 (F1) pada sesi latihan di Sirkuit Misano, Selasa (15//9/2020) memunculkan reaksi beragam dari para pebalap MotoGP.

Sebagian pebalap, khususnya yang lebih senior mengapresiasi inovasi teknologi tersebut. Namun, para pebalap muda justru berpikir sebaliknya.

Perangkat radio diharapkan bisa meningkatkan keselamatan pebalap dengan memberi sinyal peringatan, sanksi, bendera kuning atau merah lewat pesan suara.

Teknologi tersebut hampir mirip dengan yang digunakan F1 selama bertahun-tahun. Bedanya, pebalap MotoGP hanya berkomunikasi satu arah, tanpa bisa merespon pemberitahuan dari race director.

Rider Monster Energy Yamaha Valentino Rossi saat MotoGP Austria di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.JOE KLAMAR / AFP
Rider Monster Energy Yamaha Valentino Rossi saat MotoGP Austria di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg.JOE KLAMAR / AFP

"Ide yang bagus. Saya memang pebalap kuno, tapi juga sering menjajal balap mobil di mana hal itu biasa digunakan," kata Valentino Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb, Kamis (17/9/2020).

"Bagi saya, ini adalah inovasi besar untuk MotoGP, meskipun hal itu sedikit lebih rumit," tambahnya.

Senada dengan Rossi, Andrea Dovizioso turut mengapresiasi torbosan tersebut. Secara gamblang dia menyukai penerapan radio komunikasi.

"Radio membantu para pebalap. Mungkin tak semua orang bisa melihat bendera kuning pada titik tertentu," kata Dovizioso.

"Suaranya cukup jernih, tetapi Anda perlu mengganti earphone untuk lebih mengisolasi kebisingan dari motor," tambahnya.

Baca Juga: Sering Dikritik, Takaaki Nakagami Justru Sebut RC213V 2020 Lebih Tokcer

Di sisi lain, terdapat geng pebalap muda yang menolak usulan itu, termasuk rising star Fabio Quartararo dan Francesco 'Pecco' Bagnaia.

"Menjadi pebalap MotoGP itu sudah cukup sulit bahkan tanpa seseorang berbicara dengan Anda (lewat radio)," kata Quartararo.

“Saya rasa itu tidak terlalu berguna. Jika masalahnya terkait visibilitas bendera, maka kami perkenalkan panel lampu seperti pada Formula 1," kata Bagnaia terpisah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI