- Veda Ega gunakan taktik turunkan ritme di pertengahan lomba untuk menghemat ban Catalunya yang kejam.
- Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, puji habis-habisan perjuangan gigih Veda dari posisi ke-20.
- Veda kokoh jadi tulang punggung tim, menjadi satu-satunya penyumbang poin bagi Honda Team Asia (58 poin).
Suara.com - Hasil finis kedelapan yang diraih Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya menyisakan sebuah tanda tanya menarik: Bagaimana sebuah motor yang begitu kesulitan di sesi kualifikasi bisa tiba-tiba menjadi mesin buas saat balapan hari Minggu (17/5) kemarin?
Start dari urutan ke-20 akibat gagal menembus Kualifikasi 2 (Q2) jelas bukan posisi ideal. Namun, balapan di kelas Moto3 Catalunya terbukti menyajikan drama kejar-kejaran yang sangat intens. Di sinilah kedewasaan taktik rider berjuluk The Rocket Boy tersebut diuji.
Taktik Cerdik Mengelola Ban (Tyre Management)
Anomali performa ini menunjukkan bahwa tim mekanik Veda mengambil pertaruhan besar pada setelan (setup) motor yang murni difokuskan untuk race pace (ritme balap panjang), bukan time attack (satu lap cepat).
Sirkuit Catalunya dikenal sangat kejam terhadap tingkat keausan ban (tire degradation). Banyak pembalap senior yang kedodoran di akhir laga karena terlalu agresif di awal, salah satunya Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang melorot ke posisi 9 akibat masalah ban seperti dilansir dari Honda Racing.
![Taktik cerdik Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya (17/5/2026) [Instagram/veda_54]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/18/40095-taktik-cerdik-veda-ega-pratama-di-moto3-catalunya-1752026.jpg)
Sadar akan hal itu, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini memperagakan kematangan balap yang luar biasa. Setelah melesat ke posisi 13 di lap pertama, Veda sengaja menurunkan ritme motornya di paruh lomba. Taktik ini krusial untuk menjaga kondisi grip ban agar ia bisa kembali menyerang dengan perkasa di lap-lap akhir.
Pujian Tinggi dari Sang Manajer, Hiroshi Aoyama
Kecerdasan taktik putra dari mantan pembalap Sudarmono ini langsung mendapat apresiasi dan sorotan khusus dari Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
"Veda awalnya bergabung dengan grup kedua dan kemudian berhasil mengejar grup terdepan yang sedang berebut posisi podium," ungkap Aoyama dalam rilis resmi tim.
"Ritme balap sangat tinggi dan ini bukanlah balapan yang mudah baginya, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga lap terakhir. Finis di posisi kedelapan setelah start dari posisi yang begitu jauh di belakang merupakan hasil yang sangat positif dan pengalaman penting lainnya bagi dia," lanjut legenda balap Jepang tersebut.
Tulang Punggung Tunggal Honda Team Asia
Pencapaian ini sekaligus menegaskan status Veda sebagai komoditas paling berharga bagi timnya. Hingga seri keenam Moto3 2026, Veda Ega Pratama menjadi satu-satunya pembalap yang menyumbang poin bagi Honda Team Asia di klasemen tim.
Honda Team Asia saat ini bertengger di peringkat keenam klasemen tim dengan total 58 poin, yang semuanya murni disumbangkan oleh Veda.
Rekan setimnya yang juga sesama rookie, Zen Mitani, masih berjuang mencari poin pertamanya setelah hanya mampu finis di posisi ke-22 pada balapan kemarin.
Meskipun ini menjadi kali pertama Veda finis di luar posisi 6 besar (di luar insiden crash di GP Amerika), posisi ke-8 di Catalunya ini terasa sangat masif berkat daya juang dan efisiensi taktiknya.