alexametrics

Kejuaraan Dunia Batal, Pemain Junior Diminta Tak Patah Semangat

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Kejuaraan Dunia Batal, Pemain Junior Diminta Tak Patah Semangat
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti usai konferensi pers jelang All England 2020 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (Suara.com / Arief Apriadi)

BWF dan Selandia Baru selaku tuan rumah, telah sepakat untuk membatalkan kejuaraan ini

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti meminta para pemain junior untuk tidak patah semangat menyusul kabar tak sedap dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

BWF dan Selandia Baru selaku tuan rumah, telah sepakat untuk membatalkan BWF World Junior Championships atau Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020.

Sebelum ditangguhkan, ajang paling bergengsi di level junior itu dijadwalkan berlangsung di Auckland, Selandia Baru, 28 September-11 Oktober mendatang.

"Jangan patah semangat. Dalam situasi pandemi [Covid-19], bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia. Jadi tak ada yang dirugikan," kata Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Minggu (25/10/2020).

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Junior Batal Digelar, PBSI Legawa

Wejangan Susy lebih diperuntukan bagi para pebulutangkis kelahiran 2002 atau yang di 2020 berusia 18 tahun.

Para pemain ini dipastikan kehilangan kesempatan untuk mencicipi Kejuaraan Dunia Junior karena di 2021, usianya sudah melampaui batas. Ajang bergengsi itu hanya diperuntukan untuk pemain berusia 18 tahun ke bawah.

"Salah satu [kerugiannya] itu kesempatan bertanding untuk atlet-atlet muda berkurang. Kesempatan mereka bersaing di level junior tak terlihat," jelas Susy.

"Tapi harus tetap optimis. Pemain-pemain yang tidak dapat kesempatan harus lebih kerja keras untuk menuju level senior," tandasnya.

Baca Juga: Soal Kans Jonatan Christie Cs Lolos BWF World Tour Finals, Susy: Berat

Komentar