Suara.com - Pembalap Aprilia, Andrea Iannone, saat ini resmi mendapatkan perpanjangan hukuman, dari yang mulanya 18 bulan sejak November tahun lalu, menjadi empat tahun.
Pengadilan Arbitrasi Olahraga CAS menjatuhi hukuman tersebut lantaran pembalap Italia ini positif menggunakan steroid.
Terkait hal ini, Andrea Iannone mengatakan bahwa vonis tersebut dianggap tak masuk akal.
Melalui akun Instagram pribadinya, Iannone mencurhatkan perasaanya yang kacau akibat putusan tersebut.
"Hari ini saya mendapatkan ketidakadilan terburuk yang pernah saya bayangkan," tulisnya.
"Hal ini merobek hati saya dari hal yang paling saya cintai. Tak ada yang masuk akal dari keputusan yang tak disertai fakta yang benar ini," lanjutnya.
"Saat ini saya sedang sangat menderita, siapapun orang ini, dia telah mencoba menghancurkan hidup saya. Dia akan mengerti seberapa tangguh hati saya. Vonis bisa mengubah kejadian, tapi tidak dengan orangnya," pungkasnya.
![Pebalap Aprilia Andrea Iannone menjalani latihan bebas ketiga MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Sabtu (1/6/2019). [AFP/Tiziana Fabi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/02/90852-andrea-iannone.jpg)
Selama mendapat hukuman, Iannone selalu mendapat kepercayaan dari timnya, Aprilia.
Walaupun dilarang masuk lintasan, Aprilia tetap menyediakan tempat untuk Iannone, setidaknya hingga vonis tellah dijatuhkan.
Kini pabrikan Italia tersebut tengah beranjak untuk merekrut nama-nama potennsial, termasuk Cal Crutchlow.
"Kami tak menyesal telah berdiri bersama Andrea, bahkan hingga saat ini," ucap Massimo Rivola seperti dilansir dari Crash (11/11/2020).
"Namun kini kami harus menatap masa depan, dan adalah kewajiban bagi kami untuk menemukan solusi tingkat tinggi secara cepat," imbuhnya.