Suara.com - Nama Joan Mir seketika terpatri di buku sejarah dunia balap usai dirinya secara mengejutkan mampu mengakhiri puasa gelar MotoGP yang dialami tim pabrikan Suzuki. Gelar yang terakhir mereka raih pada 2000 tersebut tergolong istimewa.
Salah satu keistimewaannya adalah bahwa gelar ini menunjukkan konisistensi serta daya saing dari pabrikan berlogo "S" tersebut, yang selama ini cuma dianggap sebagai tim 'peramai'.
Merasa makin percaya diri, Joan Mir pun tak sabar menghadapi MotoGP 2021 agar bisa berduel dengan juara dunia delapan kali, Marc Marquez.
"Ini akan sangat bagus, saya tak sabar untuk bertarung dengan Marc," tutur pembalap Spanyol tersebut seperti dikutip dari Motorsport, Sabtu (12/12/2020).
![Pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, merayakan kemenangan setelah memenangkan kejuaraan dunia MotoGP setelah Grand Prix Valencia di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (15/1). [LLUIS GENE / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/16/27625-joan-mir.jpg)
"Faktanya, kami harus meningkatkan kecepatan Suzuki sebab motor kami sangat seimbang, namun tentu saja ini bukan motor terkencang untuk mengalahkannya, kammi butuh lebih cepat," imbuhnya.
"Ini penting, kami menang gelar bukan karena saya tercepat, tapi karena saya paling cerdas," lanjutnya.
Rekan setim Alex Rins ini juga membeberkan bahwa usai menjadi juara, kini dirinya merasa mendapat tekanan ekstra.
"Tentu saja ada tekanan tambahan, anda memenangi gelar ini, di taun depan anda harus mengulanginya, ini tujuannya. Anda tak bisa bilang tidak, mari kita lihat apakah saya bisa finis di lima besar," pungkasnya.