Bangun Suasana Kompetitif, Greysia/Apriyani Latihan Bareng Atlet Putra

Arief Apriadi Suara.Com
Rabu, 09 Juni 2021 | 15:00 WIB
Bangun Suasana Kompetitif, Greysia/Apriyani Latihan Bareng Atlet Putra
Pebulutangkis spesialis ganda putri Indonesia, Greysia Polii tengah berlatih saat sang partner Apriyani Rahayu (kiri) terlihat istirahat di pinggri lapangan Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. [Dok. PBSI]

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia membuat persiapan pebulutangkis jelang Olimpiade Tokyo tersendat. Mereka kehilangan banyak turnamen uji coba jelang multievent empat tahunan tersebut.

Demi mengatasi persoalan tersebut, pelatih sektor ganda putri Indonesia, Eng Hian memutar otak. Dia memberikan program khusus bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Greysia/Apriyani yang jadi satu-satunya wakil ganda putri Merah Putih di Tokyo nanti, mendapat menu latihan untuk menggelar sparring dengan pasangan ganda putra.

Keputusan itu diambil Didi --sapaan akrab Eng Hian-- agar Greysia/Apriyani tak kehilangan suasana kompetitif di tengah vakumnya turnamen bulutangkis internasional.

"Jadi persiapan untuk Greys/Apri dari dua minggu lalu saya masih fokus ke peningkatan strength dan endurance. Fokus stabilisasi daya tahan, konsistensinya untuk bermain dengan durasi yang lebih lama," jelas Didi dalam rilis, Rabu (9/6/2021).

"Dua minggu ke depan baru nanti akan ada perubahan ke pola pergerakan dan spsesifik akurasi. Kira-kira tiga minggu sebelum hari-H baru fokus ke strategi dan kompetisi."

"Saya juga sudah menyiapkan menu sparring dengan ganda putra untuk menambah kecepatan dan kekuatan mereka," tambah Didi.

Greysia/Apriyani yang saat ini berada di peringkat enam dunia dipastikan turun di Olimpiade tanpa turnamen pemanasan.

Ajang bulutangkis internasional terakhir yang mereka mainkan adalah Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open, Januari lalu.

Baca Juga: Aksi Skater Perempuan saat Kualifikasi Olimpiade Tokyo di Roma

Saat bermain di All England 2021, Greysia/Apriyani gagal bertanding karena tim Indonesia dipaksa mundur menyangkut protokol kesehatan Covid-19 dari otoritas setempat.

Sementara untuk Malaysia dan Singapore Open, mereka juga urung tampil lantaran dua turnamen itu batal digelar akibat lonjakan pandemi Covid-19 di masing-masing negara.

"Pasti ada pengaruhnya pembatalan turnamen-turnamen itu, terutama untuk kondisi mentalnya. Sebagai atlet kan butuh suasana kompetisi untuk mencoba hasil latihan," kata Didi.

"Begitu juga pelatih, untuk bisa menilai hasil latihan ini efektif atau tidak. Tetapi nyatanya tidak ada ajang untuk melakukan itu."

"Selain itu, kami akhirnya tidak bisa terlalu membaca kekuatan lawan. Tapi berdasarkan hasil turnamen sebelumnya, tanpa mengecilkan negara lain, saya masih melihat persaingan tetap akan dari Jepang, China, dan Korea," ucap Didi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI