Ramai Naturalisasi, Atlet Lokal Diminta Jangan Berkecil Hati

Arief Apriadi

Kamis, 15 Juli 2021 | 07:23 WIB
Ramai Naturalisasi, Atlet Lokal Diminta Jangan Berkecil Hati
Timnas Basket Indonesia yang diisi beberapa pemain naturalisasi. [Dok. Istimewa/Perbasi]

Suara.com - Indonesia kembali melakukan proses naturalisasi terhadap beberapa pemain asing untuk kepentingan cabang olahraga. Komisi X DPR RI berharap hal itu tak mengecilkan perasaan atlet lokal saat ini.

Hal itu disampaikan anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PKS, Sakinah Aljufri, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Rapat tersebut membahas persetujuan terhadap permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia kepada tiga pebasket atas nama Dame Diagne, Marques Terrell Bolden, dan Serigne Modou Kane.

Berdasarkan hasil rapat, DPR RI menyetujui naturalisasi tiga pemain itu demi membantu timnas Indonesia merebut posisi delapan besar Asia di FIBA Asia Cup 2021 nanti.

Sakinah Aljufri memberikan catatan terkait proses naturalisasi yang diajukan PP Perbasi. Selain harus memberikan dampak positif terhadap percepatan prestasi bagi cabang olahraga, naturalisasi juga jangan sampai menghambat munculnya regenerasi atlet-atlet lokal.

"Proses naturalisasi ini hal yang wajar. Dengan catatan, sepak bola banyak naturalisasi namun belum menunjukkan prestasi atau nama baik Indonesia sesuai yang diharapkan," kata Sakinah dalam rilis PP Perbasi.

"Tentunya dengan naturalisasi di bola basket ini kami harapkan ada peningkatan luar biasa tidak hanya di event saja tapi jadi motivasi atlet lokal."

Sementara itu, Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih menjelaskan bahwa jalur naturalisasi bukan satu-satunya jalan, tetapi salah satu cara untuk percepatan prestasi olahraga apalagi Indonesia akan berpartisipasi dalam FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023.

Tidak hanya melakukan naturalisasi, PP Perbasi juga sudah mempersiapkan timnas elite muda sebagai tim pelapis bagi timnas senior.

baca juga

"Kami tahu banyak klub meminta pemain dengan naturalisasi. Namun sampai saat ini tidak ada yang membela klub karena kami komitmen bahwa proses naturalisasi ini untuk kepentingan timnas," ujar Danny.

Manajer timnas Indonesia Maulana Fareza Tamrella menambahkan kehadiran pemain naturalisasi tidak lantas menghilangkan peluang pemain lokal untuk membela timnas terlebih FIBA telah menetapkan aturan batasan dua pemain naturalisasi yang bisa didaftarkan.

Menurut Fahreza, naturalisasi dibutuhkan untuk menutup kekurangan dalam tim terutama pemain dengan postur tinggi yang bisa mengisi posisi center, demikian dilansir dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PP Perbasi Mulai Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru

PP Perbasi Mulai Proses Naturalisasi Tiga Pemain Baru

Sport | Kamis, 15 Juli 2021 | 01:45 WIB

Surat Terbuka Dimaz Muharri, Legenda Basket Nasional Digugat Klub CLS Knight

Surat Terbuka Dimaz Muharri, Legenda Basket Nasional Digugat Klub CLS Knight

Jatim | Senin, 12 Juli 2021 | 12:02 WIB

Jelang Olimpiade Tokyo, 3 Penggawa Timnas Basket AS Positif COVID-19

Jelang Olimpiade Tokyo, 3 Penggawa Timnas Basket AS Positif COVID-19

Sport | Sabtu, 10 Juli 2021 | 00:40 WIB

Top 5 Sport: Kartu Basket Stephen Curry Saat Rookie NBA Terjual Rp 85 Miliar

Top 5 Sport: Kartu Basket Stephen Curry Saat Rookie NBA Terjual Rp 85 Miliar

Sport | Kamis, 08 Juli 2021 | 11:16 WIB

Rekor Baru, Kartu Basket Stephen Curry Saat Rookie NBA Terjual Rp 85 Miliar

Rekor Baru, Kartu Basket Stephen Curry Saat Rookie NBA Terjual Rp 85 Miliar

Sport | Rabu, 07 Juli 2021 | 19:46 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×