alexametrics

Pengakuan Casey Stoner yang Tak Disangka, Ternyata Tak Suka dengan Balapan MotoGP

Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Pengakuan Casey Stoner yang Tak Disangka, Ternyata Tak Suka dengan Balapan MotoGP
Casey Stoner saat jadi juara dunia MotoGP bersama Repsol Honda tahun 2011. [AFP]

Casey Stoner mengaku tak terlalu suka dengan balapan MotoGP.

Suara.com - Nama Casey Stoner memang sudah tak asing lagi buat para pecinta MotoGP di seluruh dunia. Peraih 2 gelar juara MotoGP ini kerap menampilkan performa luar biasa di atas sirkuit.

Awal berkarir Casey Stoner di MotoGP tepatnya pada tahun 2006 terbilang cukup mengesankan.

Di awal musim, ia hanya meraih peringkat ke-8. Namun di musim-musim berikutnya, posisinya semakin merangkak naik.

Prestasi terbaiknya yakni meraih gelar juara dunia 2 kali dengan tim yang berbeda. Pertama bersama Ducati di tahun 2007 dan kedua bersama Honda di tahun 2011.

Baca Juga: Ditanya Soal Kemungkinan Jadi Pelatih Pembalap Ducati, Begini Jawaban Casey Stoner

Namun ia memutuskan pensiun lebih cepat dari dunia MotoGP di tahun 2012 silam.

Perjalanan karirnya terbilang cukup mulus. Tapi ia ternyata memiliki pengakuan yang tak disangka-sangka.

Mantan pembalap Ducati ini mengaku tidak begitu suka dengan balapan MotoGP.

"Saya malah lebih suka kualifikasi karena saya bisa melaju sendirian secepat mungkin sampai akhirnya bisa mendapatkan lap time yang bagus," tutur Casey Stoner dilansir dari Paddock GP.

"Jika saya mendapatkan pole position, saya akan berselebrasi layaknya menang balap," imbuhnya.

Baca Juga: Top 5 Sport Sepekan: Marquez Akui Dirinya Bukan Rival Terkuat Valentino Rossi

Pebalap penguji (test rider) Ducati, Casey Stoner. [AFP/Mohd Rasfan]
Pebalap penguji (test rider) Ducati, Casey Stoner. [AFP/Mohd Rasfan]

Makanya saat balapan dulu saat Casey Stoner sudah pole position dan unggul sejak tikungan pertama, pasti Casey Stoner akan terus mendominasi balapan.

Sebab jika berada di balapan yang sengit, Stoner butuh konsentrasi yang tinggi dan ia kerap terkecoh dengan gaya pembalap di depannya.

"Itu yang membuat saya selalu kesulitan saat bersaing dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi karena keduanya sama-sama membuat kejutan," Stoner menjelaskan.

"Belum lagi jika ada ritme balap yang berubah dari pembalap itu, saya juga akan terganggu ritme balapnya," pungkas pembalap Australia itu.

Komentar