facebook

Kontroversi di F1 GP Abu Dhabi, Direktur Balapan F1 Jadi Sorotan

Reky Kalumata
Kontroversi di F1 GP Abu Dhabi, Direktur Balapan F1 Jadi Sorotan
Para pembalap setelah melakukan start di F1 GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina pada 12 Desember 2021. ANDREJ ISAKOVIC / AFP

Situasi yang melahirkan kemenangan sang pebalap Red Bull sangat kontroversial

Suara.com - Race director Michael Masi menjadi sorotan menyusul balapan F1 GP Abu Dhabi yang kontroversial di mana Max Verstappen mengalahkan Lewis Hamilton di lap terakhir setelah periode safety car usai.

Sejumlah pihak mempertanyakan permainan yang adil dan integritas olahraga balap mobil paling bergensi di dunia itu serta peran dari Michael Masi.

Tak ada yang meragukan Verstappen sebagai seorang pebalap yang layak menjadi juara dunia saat pebalap berusia 24 tahun asal Belanda itu dan juara dunia tujuh kali asal Inggris menyajikan salah satu musim paling menarik di Formula 1 tahun ini.

Namun, situasi yang melahirkan kemenangan sang pebalap Red Bull sangat kontroversial, sehingga menempatkan Masi, yang ditunjuk sebagai direktur balapan menggantikan pendahulunya, Charlie Whiting yang meninggal dunia pada 2019, berada di titik sasaran.

Baca Juga: Pamer Momen Bareng Juara Dunia F1 Max Verstappen, Maia Estianty Bikin Iri

Saat safety car dikeluarkan jelang akhir lomba di Abu Dhabi, Masi menyatakan mobil-mobil yang dioverlap tidak diizinkan untuk melepaskan diri dari safety car sebelum balapan dilanjutkan.

Menabrak protokol, dia kemudian menyatakan hanya lima pebalap yang dioverlap di antara Verstappen dan Hamilton boleh melepaskan diri, ketimbang semuanya seperti peraturan biasanya.

Hal itu mengatur satu lap terakhir untuk balapan normal sehingga Verstappen, yang mengambil peluang untuk pitstop berganti ban baru sedangkan Hamilton bertahan di luar trek, mendapati jalur yang mudah untuk menyalip Hamilton tujuh tikungan jelang finis.

"Ini adalah cara baru menjalankan olahraga ini di mana race director dapat membuat keputusan ad hoc semacam itu," kata juara dunia 1996 Damon Hill dilansir Reuters seperti dimuat Antara.

Bahkan pebalap tim Williams George Russell, yang bakal bergabung dengan Mercedes sebagai tandem Hamilton tahun depan, memandang hal itu tidak bisa diterima.

Baca Juga: Pelumas Mobil Sambut Kemenangan Max Verstappen Sebagai Juara Dunia F1 2021

"INI TAK BISA DITERIMA!!!!" cuit pebalap Russell di Twitter.

Komentar