Saingi Senior di Ajang Bulutangkis Papan Atas, Resolusi Ganda Putra Muda Timnas di 2022

Rully Fauzi

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:12 WIB
Saingi Senior di Ajang Bulutangkis Papan Atas, Resolusi Ganda Putra Muda Timnas di 2022
Foto arsip - Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin. [ANTARA/Dok-PP PBSI]

Suara.com - Mengakhiri musim turnamen 2021, sektor ganda putra bulutangkis nasional mengalami perkembangan signifikan dengan sukses mendongkrak tiga pasangannya di peringkat Federasi Badminton Dunia (BWF).

Ketiga pasangan itu ialah Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri / Bagas Maulana dan Pramudya Kusumawardana / Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang sukses memupuk poin peringkat BWF Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 yang mengusung tiga turnamen pada 16-5 Desember di Nusa Dua, Bali.

Berdasarkan catatan BWF pada 2 Februari 2021, dua pasangan yaitu Fikri/Bagas dan Leo/Daniel mengawali musim kompetisi 2021 secara berurutan di peringkat 41 dan 42. Sementara Pram/Yere, menjadi yang paling bawah dengan menduduki posisi ke-54.

Meski jumlah turnamen sangat terbatas akibat pandemi, namun ketiga pasangan pelapis itu sukses menembus peringkat 30 besar. Fikri/Bagas kini berada di peringkat 29 dengan 43.900 poin, lalu Leo/Daniel menyalip di peringkat 28 dengan 44.275 poin.

Peningkatan paling gemilang dikemas Pram/Yere yang semula berada di posisi bontot, kini menjadi yang terdepan dengan modal 50.270 poin berada di peringkat ke-22.

Terlebih lagi, pada turnamen penutup akhir tahun World Tour Finals yang menjadi bagian dari IBF 2021, Pram/Yere secara mengejutkan lolos kualifikasi dan mewakili Indonesia bersama ganda putra peringkat satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Menurut pelatih kepala ganda putra PBSI Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, perubahan peringkat ketiga pasangan pelapis Pelatnas Cipayung akan membentuk ekosistem persaingan yang semakin ketat di tingkat atas.

Tidak hanya merangsek naik, ketiga pasangan juga mencatatkan kemenangan perdana atas tiga ganda putra utama yang terdiri atas Kevin/Marcus, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto selama pertemuan pada tahun 2021.

Bagas/Fikri bahkan mencatatkan kemenangan atas dua seniornya yaitu Minions di Denmark Open dan Fajar/Rian di Indonesia Masters.

baca juga

Menyikapi persaingan antar ganda putra Indonesia yang semakin ketat, pemain utama merespon positif kondisi ini karena menandakan regenerasi ganda putra nasional terus mengalami perkembangan positif. Namun di sisi lain turut membuat mereka menambah daftar pesaing di turnamen tingkat atas.

"Mereka sangat baik mainnya, bersyukur pelapis ganda putra kita bisa berkembang. Tapi ini juga jadi motivasi buat kami untuk bertahan dan tampil semakin baik, karena mereka yang di (peringkat) bawah pasti maunya ke atas kan. Sementara kami pun yang di atas tidak mau turun," kata Marcus.

Secara teknis, seluruh pasangan punya kemampuan dan gaya permainan yang tidak beda jauh, tinggal masalah pengalaman dan ketahanan fisik dan mental yang akan menjadi penentu perkembangan mereka di lapangan, kata Herry.

Menaruh Harapan

Kesuksesan Indonesia dalam menggelar agenda bulu tangkis terlama sepanjang sejarah di dalam negeri, nyatanya tidak diiringi dengan keinginan kuat dari pengurus untuk menyabet gelar sebanyak mungkin.

PBSI menyadari bahwa tur Eropa yang berlangsung dengan lima turnamen, dimulai dengan Piala Sudirman hingga Hylo Open Jerman, menguras habis energi seluruh pemain Indonesia.

Makanya pada IBF 2021, Indonesia hanya berkeinginan tampil terbaik terlepas dari statusnya sebagai tuan rumah penyelenggara acara.

Dengan kondisi fisik yang tak lagi bugar, jika dipaksakan untuk mengejar target bisa dipastikan pemain akan tertekan dan permainan mereka akan lebih terpuruk.

"Kondisi mereka sangat tidak fresh, kalau perkiraan saya saat di Bali hanya 60 sampai 70 persen. Tidak ada yang bisa main maksimal dengan angka seperti itu. Kelihatan dari tenaga dan cara main mereka. Makanya kalau ditanya target, ya main yang terbaik saja," kata Herry.

Pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis, Herry Iman Pierngadi (ANTARA News/Fitri Supratiwi)
Pelatih ganda putra PBSI, Herry IP.  (ANTARA News/Fitri Supratiwi)

Melihat kondisi ini, Herry pun menaruh harapan pada ganda putra pelapis agar bermain lebih baik dibanding ketiga seniornya yang sudah babak belur dari Eropa. Tidak hanya demi membuat peluang gelar juara lebih besar bagi Merah Putih, namun juga sebagai booster bagi tim pelapis agar punya pengalaman tambahan bermain di turnamen papan atas.

Meski akhirnya muka Indonesia terselamatkan dengan mengamankan satu gelar juara lewat Minions di Indonesia Open (Super 1000), namun Herry juga mengapresiasi perjuangan pemain pelapis setelah berjuang dengan keras di IBF 2021.

"Menurut saya cukup baik ya, sesuai harapan. Saya bilang ke mereka (pelapis) meski kalian tidak menang, tapi jam terbang kalian bertambah. Progress mereka sudah cukup baik. Ditambah waktu di Jerman (Hylo Open) Leo/Daniel bisa masuk final, Pram/Yere di semifinal, dan Bagas/Fikri bisa 16 besar," tutur Herry.

Kejar Target

Berakhirnya musim pertandingan 2021, memunculkan harapan baru bagi ganda putra pelapis agar bisa tampil lebih baik di tahun 2022. Harapan ini tentu saja diimplementasikan lewat target-target yang akan mereka capai.

Pram/Yere sebagai yang paling memimpin di antara tiga ganda putra muda Pelatnas Cipayung, punya target tinggi di tahun 2022. Berbekal penampilan perdana mereka di World Tour Finals hingga lonjakan 32 peringkat BWF, Pram/Yere optimistis bisa tampil lebih baik tahun depan.

Saat ditemui di Bali, mereka menuturkan bahwa target besar mereka di tahun 2022 ialah bisa masuk ke jajaran Top 10 ganda putra dunia. Menurut mereka, masuk peringkat 10 besar adalah inisiatif pribadi dan bukan arahan dari Pelatnas.

Dalam skala besar, Herry yang menukangi ganda putra bulu tangkis Indonesia tak menghiraukan apapun target pribadi anak-anak didiknya. Justru pelatih berusia 59 tahun ini senang jika pemain muda punya motivasi yang tak kalah tinggi dari seniornya.

Ia justru menyimpan harapan besar agar pemain muda bisa ikut menjadi tumpuan timnas Indonesia, dan tidak lagi bergantung pada Minions, The Daddies atau Fajar/Rian.

"Saya tidak mau Kevin Marcus yang jadi tumpuan terus, saya mau semuanya menonjol sehingga beban prestasi tidak melulu berada di Minions," Herry menyebutkan.

Meski butuh waktu untuk bisa mempertebal lini ganda putra, namun Herry optimistis performa sektor andalan Indonesia ini bisa segera terwujud jika melihat evaluasi dari perhelatan di Bali. Herry pun tak menampik bahwa harapan ganda putra Indonesia selanjutnya berada di pundak Pram/Yere, Leo/Daniel, dan Bagas/Maulana untuk ikut bersaing di turnamen kelas atas.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan

Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:15 WIB

PBSI Bawa 20 Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026, Siapa Saja?

PBSI Bawa 20 Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026, Siapa Saja?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 14:15 WIB

Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?

Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:03 WIB

Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah

Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah

Sport | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:22 WIB

Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali

Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali

Sport | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:24 WIB

Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open

Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open

Sport | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:32 WIB

Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah

Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah

Sport | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:16 WIB

Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi

Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi

Sport | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:07 WIB

Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting

Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026

Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:51 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×