Francesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2022, Bos Yamaha Akui Kekuatan Ducati

Reky Kalumata
Francesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2022, Bos Yamaha Akui Kekuatan Ducati
Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia dan pebalap tim Yamaha Fabio Quartararo berduel di Grand Prix Portugal, Sirkuit Alrgarve, Portimao. (24/4/2022) (AFP/GABRIEL BOUYS)

Bagnaia memupuskan harapan Fabio Quartararo mempertahankan gelarnya setelah finis P9.

Suara.com - Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis legawa menerima kekalahan dalam perebutan gelar juara dunia musim ini setelah Francesco Bagnaia membantu Ducati menyapu bersih tiga titel kejuaraan dunia MotoGP 2022 di Valencia, Minggu (6/11/2022).

Bagnaia, yang memerlukan hanya tiga poin atau finis 14 besar pada balapan penutup itu, memupuskan harapan Fabio Quartararo mempertahankan gelarnya setelah finis P9.

Meski kehilangan gelar, Jarvis mengaku puas Yamaha mampu memberikan perlawanan hingga akhir dan siap kembali lebih kuat pada musim depan.

"Di satu sisi, kami puas karena kami melakukan yang terbaik dan Fabio melakukan yang maksimal dan saya rasa kami menyelesaikan musim ini dengan apik," kata Jarvis dilansir laman resmi MotoGP.

Baca Juga: Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected Meluncur di Bengkulu, Ada Acara Servis Motor Gratis dari SMK Binaan

"Kami masih hadir memberikan perlawanan dengan peluang untuk menang hari ini meskipun kami tahu dari realitas matematisnya merupakan tugas yang berat, kami harus memenangi balapan dan lawan harus finis P15 atau lebih rendah. Peluang itu terjadi secara statistik sangat rendah," kata dia.

Jarvis pun mengakui Yamaha M1 bukanlah motor terkencang di grid MotoGP dan Quartararo seringkali tampil di atas limitnya.

Belum lagi Ducati memiliki delapan motor di grid, terbanyak di antara pabrikan lainnya, sementara tim Yamaha pabrikan didukung oleh hanya satu tim satelit.

"Tapi saya rasa kami puas karena kami telah menampilkan yang terbaik dan mengerahkan segalanya dan jelas kami membutuhkan lebih dari itu untuk tahun depan," kata Jarvis.

Quartararo memenangi tiga balapan di awal musim sedangkan Bagnaia bangkit pada paruh kedua musim dan mengumpulkan tujuh kemenangan sebelum tiba di Valencia dan mempersembahkan gelar juara dunia pertama untuk Ducati sejak kesuksesan Casey Stoner pada 2007.

Baca Juga: Yamaha Buka Loker Untuk Lulusan SLTA Sederajat, Buruan Cek Syarat dan Cara Daftarnya Disini Sebelum Telat!

Ia juga menjadi pebalap Italia pertama yang menjadi juara dunia MotoGP setelah Valentino Rossi pada 2009.