- Alwi Farhan berhasil melaju ke semifinal Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan wakil Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 22-20, 21-16 meski kondisi fisiknya belum 100 persen.
- Pertandingan berlangsung dramatis karena Alwi sempat tertinggal jauh 17-20 di gim pertama sebelum akhirnya melakukan comeback gemilang berkat dukungan publik Istora.
- Peran pelatih Indra Wijaya sangat krusial dalam menenangkan emosi Alwi di lapangan, sekaligus membantu sang pemain membalas dua kekalahan sebelumnya atas Tanaka.
Suara.com - Alwi Farhan sukses mengamankan tiket semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 melalui pertarungan yang sarat emosi dan drama di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).
Juara Dunia Junior 2023 ini berhasil menuntaskan misi balas dendam atas wakil Jepang, Yushi Tanaka, lewat kemenangan dua gim langsung 22-20 dan 21-16.
Kemenangan ini terasa sangat spesial karena Alwi harus bertarung dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih seratus persen.
Dukungan ribuan suporter di Istora menjadi bahan bakar utama yang membuat Alwi tetap berdiri kokoh meski sempat tertinggal di awal laga.
“Alhamdulillah, meski kondisi saya tidak 100 persen, saya berusaha memaksimalkan yang ada. Dukungan penonton Istora sangat membantu, terutama saat saya tertinggal di awal. Suasananya membuat saya tidak mau menyerah,” ujar Alwi setelah pertandingan.
Laga perempat final ini menyajikan ketegangan luar biasa, terutama di gim pertama saat Tanaka sempat memimpin jauh dan mencapai game point 20-17.
Namun, ketenangan mental membuat tunggal putra masa depan Indonesia ini mampu membalikkan keadaan secara ajaib dan mencuri gim pertama dengan skor 22-20.
Pola serupa terulang di gim kedua saat Alwi kembali tertinggal 7-3 di awal laga sebelum akhirnya bangkit mengejar ketertinggalan.
Reli-reli panjang mewarnai jalannya pertandingan hingga Alwi mampu menjaga konsistensi dan mengunci kemenangan lewat sebuah dropshot akurat.
Baca Juga: Bukan Cedera Kambuhan, Anthony Ginting Harus Absen di Babak Kedua Indonesia Masters
Selain faktor teknis, peran pelatih Indra Wijaya menjadi kunci vital dalam menenangkan Alwi yang sempat terpancing emosi akibat dinamika dengan perangkat pertandingan.
Arahan sang pelatih di pinggir lapangan mampu membuat Alwi kembali fokus dan tidak larut dalam kekesalan.
“Tadi sempat terpancing, tapi pelatih langsung mengingatkan. Itu jadi pelajaran buat saya untuk lebih dewasa di lapangan,” katanya.
Alwi mengakui bahwa pendekatan personal dan taktik dari Indra Wijaya sangat membantunya keluar dari tekanan di momen-momen krusial.
Kerja sama tim pendukung yang solid juga menjadi faktor yang membuat Alwi merasa percaya diri di lapangan.
“Koh Indra sangat berpengaruh. Beliau bisa mengatur taktik, mental, dan suasana. Saya merasa tidak berjuang sendiri karena ada tim yang mengurus semuanya, dari fisik, gizi, sampai medis,” ujar Alwi.