- Universitas Budi Luhur (UBL) memperkuat beasiswa atlet nasional untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia.
- UBL mendukung atlet penerima beasiswa dengan fasilitas latihan memadai dan menyeleksi mereka secara ketat.
- Penerima beasiswa seperti Muhamad Zidan menekankan pentingnya pendidikan tinggi sejalan dengan karier olahraga mereka.
Suara.com - Dalam upaya mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional, Universitas Budi Luhur (UBL) memperkuat program beasiswa atlet.
Kali ini,ada beberapa atlet nasional yang diberikan beasiswa.
Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi mengatakan saat ini mereka sudah punya atlet dari banyak cabang olahraga.
Prestasinya pun tak main-main dari juara nasional hingga SEA Games 2025 dan Asian Games 2022.
Para mahasiswa penerima beasiswa atlet kerap berkontribusi terhadap prestasi olahraga nasional.
Adapun nama-nama atlet tersebut antara lain Akhmad Khoirul Basith (peraih medali emas di SEA Games 2025, medali perunggu Asian Games 2022), Muhamad Zidan (juara CFA International Futsal Tournament 2025 bersama Timnas Futsal) dan lainnya.
"Beasiswa atlet ini jadi maskot kami. Sekarang cabang olahraganya sudah cukup lengkap, mulai dari bulu tangkis, pencak silat, bola voli, futsal, taekwondo, sepak bola, e-sport, bola basket, karate, panjat tebing hingga panahan,” kata Agus Setyo Budi.
Sebelum menerima beasiswa, para atlet tersebut diseleksi secara ketat oleh pihak Universitas Budi Luhur.
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum dinyatakan layak mendapat beasiswa.
Selain memberikan beasiswa, kampus juga menyediakan fasilitas latihan bagi para atlet, baik di lingkungan kampus maupun di lokasi pemusatan latihan saat mengikuti pemusatan latihan nasional.
UBL memiliki fasilitas latihan panahan di Bogor yang turut dimanfaatkan oleh atlet dari Pemerintah Kota Bogor sebagai tempat latihan.
"Kami menyediakan sarana latihan baik di kampus maupun di tempat pemusatan latihan ketika mereka mengikuti training camp nasional. Dari sisi pembelajaran juga kami dukung," jelas Agus Setyo Budi.
Selain panahan, cabang olahraga futsal dan bola basket di kampus tersebut juga dikenal luas di kalangan pelajar, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.
Beberapa cabang olahraga seperti voli, bulu tangkis, karate, taekwondo, dan pencak silat juga terus dikembangkan melalui program pembinaan atlet di lingkungan kampus.
Atlet dan juga mahasiswa UBL Muhamad Zidan bersyukur mendapat beasiswa. Baginya, pendidikan tak kalah penting dari karir profesionalnya.
Pemain Kuda Laut Nusantara itu pun mengikuti sesi perkuliahan seperti mahasiswa umumnya. Prestasi akademiknya pun cukup oke.
"Saya ambil jurusan ekonomi bisnis, sekarang tinggal tugas akhir. Kalau kuliahnya seperti biasa, kalau tak ada jadwal tanding ya saya ke kampus dulu baru latihan," tuturnya.
"Alhamdulilah bisa IPK saya 3,2. Orang tua juga sangat mendukung, mereka menekankan pendidikan tinggi itu tidak kalah penting, mereka bahkan bawel nanyain kuliah gimana, ada tugas atau tidak," imbuh Zidan.
Zidan menegaskan, karier sebagai atlet tentu tidak panjang. Banyak hal yang bisa membuat seorang pemain pensiun, jadi dengan bekal pendidikannya, dia bisa berkarir di bidang lain.
Rektor Budi Luhur University Prof. Dr. Agus Setyo Budi meyatakan visi kampus adalah menciptakan generasi lulusan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur.
"Generasi ini akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan tantangan global. Pendidikan globalisasi bukan sekadar slogan, tetapi implementasi nyata dalam program akademik, penelitian, dan kolaborasi internasional," ucapnya.
"Kami membuka peluang bagi setiap mahasiswa untuk mengalami dunia, sambil tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Kami ingin dunia mengenal kualitas pendidikan Indonesia melalui
lulusan UBL," tandasnya.