Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:11 WIB
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra. (Foto dok. KPAI)
baca 10 detik
  • KPAI menyatakan anak-anak kini menghadapi ancaman baru dari industri negatif di ruang digital pada 23 Juli 2026.
  • Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan hal tersebut di Jakarta bahwa tantangan perlindungan anak memerlukan pendekatan pencegahan yang serius.
  • KPAI mencatat sekitar 6.900 pengaduan pelanggaran hak anak dalam tiga tahun terakhir akibat lemahnya sistem pencegahan awal di masyarakat.

Suara.com - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang jatuh hari ini, 23 Juli, menjadi momentum bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengingatkan bahwa tantangan perlindungan anak telah berubah.

Jika sebelumnya ancaman lebih banyak berupa kekerasan fisik, kini anak-anak juga menghadapi tekanan baru yang lahir dari perkembangan dunia digital.

KPAI menyebut anak Indonesia saat ini hidup di tengah industri negatif yang berkembang melalui ekosistem digital.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan tantangan perlindungan anak saat ini telah memasuki babak baru yang membutuhkan pendekatan berbeda dari negara maupun masyarakat.

"Anak-anak Indonesia hari ini tidak hanya menghadapi kekerasan fisik. Mereka juga menghadapi apa yang kami sebut sebagai industri kecemasan, industri candu, industri manipulasi, dan industri kamuflase yang berkembang sangat cepat melalui ekosistem digital," kata Jasra di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Jasra, perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat bagi anak. Namun di sisi lain, ruang digital juga melahirkan ancaman yang belum sepenuhnya mampu diantisipasi oleh negara, keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Ia menilai kondisi tersebut diperparah dengan berbagai persoalan lain, mulai dari lemahnya pengawasan terhadap obat, makanan, minuman hingga aksesori yang digunakan anak-anak. Berbagai ancaman terhadap anak kini semakin sulit dikenali karena hadir dalam bentuk yang tampak normal.

"Apa yang dulu dilarang, sekarang semua mudah diakses, berkamuflase menabrak peraturan, semua sudah ada bersama anak anak kita. Bahkan tanpa bisa kita masuk. Semua lebih terasa seperti dinormalisasi dengan aksi-aksi manipulasi itu," katanya.

Di sisi lain, dalam pendekatan perlindungan anak di Indonesia juga dinilai masih berorientasi pada penanganan korban, bukan mencegah anak menjadi korban sejak awal. Padahal, berbagai kasus pelanggaran hak anak terus bermunculan dengan tantangan yang semakin kompleks.

baca juga

Dalam tiga tahun terakhir, KPAI menerima sekitar 6.900 pengaduan pelanggaran hak anak. Pengaduan tersebut mencerminkan persoalan yang dihadapi anak tidak hanya berkaitan dengan pengasuhan di keluarga atau kekerasan di lingkungan pendidikan, tetapi juga ancaman baru yang berkembang di ruang digital.

Jasra mengatakan perlindungan anak seharusnya dibangun melalui upaya pencegahan dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Ilustrasi anak main HP. [Hessam nabavi/Unsplash]
Ilustrasi anak main HP. [Hessam nabavi/Unsplash]

"Yang paling penting adalah membangun prasyarat perlindungan anak. Selama ini kita terlalu sibuk menjemput korban, tetapi belum cukup serius membangun lingkungan yang mencegah anak menjadi korban," ucapnya.

Menurut Jasra, esensi perlindungan anak sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak bukanlah mengatur kehidupan anak secara berlebihan. Yang perlu dibangun justru lingkungan yang mampu melindungi anak dari berbagai ancaman.

Ia menilai selama ini berbagai kebijakan yang berkaitan dengan anak belum sepenuhnya berpijak pada prinsip pencegahan. Akibatnya, perlindungan baru dilakukan setelah muncul kasus atau ketika anak telah menjadi korban.
Karena itu, KPAI mendorong seluruh kebijakan yang berkaitan dengan anak dibangun di atas satu prinsip utama, yakni menghadirkan prasyarat perlindungan anak.

Prasyarat tersebut mencakup penguatan peran keluarga, pendidikan pengasuhan, penyediaan sekolah yang aman, ruang digital yang sehat, layanan kesehatan jiwa yang mudah diakses, perlindungan dari eksploitasi ekonomi maupun seksual, hingga kebijakan publik yang konsisten menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai dasar pengambilan keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Anak-anak di Wae Moto: Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah

Kisah Anak-anak di Wae Moto: Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:00 WIB

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:25 WIB

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:00 WIB

25 Kata-Kata Ucapan Hari Anak Nasional Islami yang Penuh Doa dan Makna

25 Kata-Kata Ucapan Hari Anak Nasional Islami yang Penuh Doa dan Makna

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×