Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone

Alfian Winanto

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:00 WIB
  • Warga melihat proses penyemprotan pestisida dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
    Warga melihat proses penyemprotan pestisida dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
  • Pesawat tanpa awak atau drone pertanian menyemprotkan pestisida saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
    Pesawat tanpa awak atau drone pertanian menyemprotkan pestisida saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
  • Prajurit TNI membantu memasukkan cairan pestisida ke dalam tangki pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
    Prajurit TNI membantu memasukkan cairan pestisida ke dalam tangki pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
  • Warga melihat proses penyemprotan pestisida dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
  • Pesawat tanpa awak atau drone pertanian menyemprotkan pestisida saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]
  • Prajurit TNI membantu memasukkan cairan pestisida ke dalam tangki pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]

Suara.com - Warga melihat proses penyemprotan pestisida dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone pertanian saat gerakan pengendalian hama terpadu wereng batang coklat di Batan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).

Penyemprotan pestisida yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone secara serentak pada lahan pertanian padi seluas sembilan hektar di wilayah tersebut bertujuan untuk menekan populasi hama wereng batang coklat hingga di bawah ambang pengendalian sehingga dapat menghasilkan padi secara maksimal.

Pemanfaatan drone pertanian dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyemprotan pestisida karena distribusi cairan lebih merata, waktu kerja lebih cepat, serta mengurangi paparan bahan kimia terhadap petani. Teknologi ini juga mulai diterapkan di berbagai sentra padi di Indonesia.

Ke depan, drone pertanian dapat diintegrasikan dengan kamera multispektral, sensor, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi serangan hama sejak dini. Teknologi pertanian presisi tersebut memungkinkan pengendalian wereng dilakukan lebih tepat sasaran sekaligus menekan penggunaan pestisida dan biaya produksi.
[ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/bar]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 08:03 WIB

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:58 WIB

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 09:44 WIB

Raih Gelar Sarjana Hukum, Rieke Diah Pitaloka Soroti Ancaman Ketergantungan Teknologi

Raih Gelar Sarjana Hukum, Rieke Diah Pitaloka Soroti Ancaman Ketergantungan Teknologi

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:04 WIB

Volodymyr Zelensky Hampir Terbunuh Drone Rusia

Volodymyr Zelensky Hampir Terbunuh Drone Rusia

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:09 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun

News | Rabu, 09 September 2026 | 16:30 WIB

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:43 WIB

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:38 WIB

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

×