- Dewa United berhasil menumbangkan Pelita Jaya 81-70 sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi sang pemuncak klasemen IBL GoPay 2026.
- Bintang andalan Dewa United, DJ Cooper, mencetak 24 poin dan menyebut kunci kemenangan timnya adalah latihan, persiapan matang, dan fokus pada defense.
- Pertahanan rapat dan dominasi dalam second chance points sukses meredam perlawanan Pelita Jaya serta menyeimbangkan rekor pertemuan kedua tim musim ini.
Suara.com - Dewa United Banten berhasil memberikan kekalahan perdana untuk pemuncak klasemen sementara Indonesian Basketball League (IBL) 2026, pelita Jaya Basketball.
Laju kencang Pelita Jaya Basketball Jakarta yang sebelumnya tak terbendung dengan 13 akhirnya dihentikan tim tamu.
Pertarungan sengit antara dua tim raksasa tersebut digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta, pada hari Minggu (5/4) malam.
Sang point guard andalan, Donell "DJ" Cooper II, membeberkan rahasia di balik kesuksesan timnya mempecundangi sang pemuncak klasemen dengan skor meyakinkan 81-70.
Kemenangan ini tak hanya menjadi ajang balas dendam atas kekalahan mereka pada pertemuan perdana bulan Januari lalu, tetapi juga sukses menorehkan noda kekalahan pertama bagi Pelita Jaya musim ini.
Dewa United sukses membuktikan diri sebagai tim yang sangat berbahaya apabila tampil dengan kekuatan penuh.
Sepanjang jalannya kuarter, skuad asuhan pelatih tamu ini selalu mampu memberikan jawaban taktis yang tepat atas setiap skema serangan mematikan yang dibangun Pelita Jaya.
Hujan 14 tembakan three point mematikan dari 32 percobaan yang mereka lepaskan menjadi senjata utama yang menenggelamkan harapan tim tuan rumah.
Aktor utama di balik kebangkitan ini tak lain adalah DJ Cooper yang sukses mencetak catatan gemilang mendekati triple-double dengan 24 poin, 10 assist, dan delapan rebound.
Ia bahkan tampil sangat tajam dari luar garis perimeter dengan menceploskan enam three point dari total 11 percobaannya malam itu.
Selain itu, kontribusi masif juga diberikan oleh Troy Gillenwater yang sukses membukukan 18 poin dan 13 rebound, disusul oleh Joshua Ibarra dengan torehan 13 poin dan 18 rebound.
Kejutan lain datang dari pemain lokal Hardianus yang tampil tak kalah impresif dengan sumbangan 11 poin, termasuk keberhasilannya mengeksekusi tiga tembakan three point dari empat kesempatan.
Usai pertandingan yang sangat menguras tenaga tersebut, DJ Cooper secara blak-blakan mengungkapkan kunci utama kesuksesan strategi timnya malam itu.
"Tidak mudah untuk mengalahkan Pelita Jaya, terutama dengan pemain-pemain yang mereka miliki," buka DJ Cooper dikutip dari laman resmi IBL.
"Tetapi ini tentang latihan dan persiapan. Kami hanya tinggal fokus saja pada defense, dan semuanya berjalan sesuai dengan rencana," ungkapnya membongkar rahasia jitu Dewa United.
Disiplin pertahanan yang sangat ketat terbukti menjadi kunci utama di mana Dewa United sukses mengunci Pelita Jaya agar tidak mencetak lebih dari 20 angka pada tiga kuarter yang dimainkan.
Sepanjang laga berlangsung, tim tamu nyaris tidak memberikan celah sedikit pun bagi tuan rumah untuk bangkit membalikkan keadaan.
Mereka bahkan sempat memimpin dengan selisih yang sangat nyaman yakni 15 poin sebelum akhirnya menutup perlawanan sengit tuan rumah.
Faktor krusial lainnya yang gagal diantisipasi oleh Pelita Jaya adalah second chance points, di mana Dewa United tampil dominan dengan mendulang 18 poin dari skema serangan kedua.
Di kubu tuan rumah, Darius Moten tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan raihan 19 poin, diikuti Amorie Archibald yang menyumbangkan 18 poin serta delapan assist.
Sementara itu, center andalan mereka Jeffree Withey tampak kesulitan lepas dari penjagaan ketat para pemain Dewa United dan hanya mampu mencetak 13 poin dan 10 rebound.
Masalah lain yang memperparah kekalahan Pelita Jaya malam itu adalah minimnya kontribusi dari para pemain cadangan yang secara mengejutkan hanya mampu menyumbangkan total empat poin saja.
Hasil positif ini sukses membawa Dewa United meraup kemenangan ketujuh mereka musim ini (7-6) dan menyeimbangkan rekor head-to-head dengan sesama finalis IBL 2025 tersebut menjadi 1-1 di musim reguler ini.