- Yudha Saputera dan Pandu Wiguna akan bertarung sebagai lawan untuk pertama kalinya di IBL All-Star 2026 setelah lima musim selalu berada di tim yang sama.
- Momen pecah kongsi ini terjadi karena Yudha tidak memilih Pandu saat IBL All-Star Draft, sehingga Pandu akhirnya ditarik oleh tim Andakara Prastawa.
- Keduanya saling melempar psywar jenaka, di mana Yudha berkelakar bahwa cara terbaik menghentikan Pandu adalah dengan memaksanya menembak three point.
Suara.com - Gelaran akbar IBL All-Star 2026 di Bandung Arena pada Sabtu, 11 April besok dipastikan bakal menyajikan tontonan super seru bagi para pencinta basket.
Salah satu momen yang paling ditunggu oleh para penggemar adalah pecah kongsi antara dua sahabat kental, Yudha Saputera dan Pandu Wiguna.
Pertandingan bertabur bintang ini akan menjadi catatan sejarah perdana di mana Yudha dan Pandu harus saling sikut sebagai musuh di atas lapangan.
Seperti diketahui, kedua pebasket ini memiliki ikatan emosional yang kuat karena selalu berada di tim yang sama selama lima musim berturut-turut.
Kebersamaan mereka dimulai sejak membela klub Prawira Bandung hingga sukses mengangkat trofi juara bersama pada tahun 2023 silam.
Kekompakan duo ini bahkan terus berlanjut ketika keduanya kembali dipersatukan dalam skuad Satria Muda Pertamina yang bermarkas di Bandung pada musim ini.
Namun, jalinan rekan setim tersebut resmi terputus ketika Yudha yang menjabat sebagai kapten Tim Biru secara mengejutkan tidak memilih Pandu dalam proses IBL All-Star Draft bulan Februari lalu.
Kesempatan emas ini langsung dimanfaatkan oleh Andakara Prastawa Dhyaksa untuk menarik Pandu agar masuk ke dalam tim bentukannya.
"Saya ingin bermain bersama Pandu. Karena waktu timnas tidak jadi bermain bersama," kata Andakara Prastawa Dhyaksa mengungkapkan alasan pemilihannya dikutip dari laman resmi IBL, Jumat (10/4/2026).
Terpisahnya dua sahabat ini rupanya justru memicu perang urat saraf atau psywar yang cukup menggelitik dalam sesi konferensi pers pada Selasa (7/4/2026) siang lalu.
Pandu rupanya sangat antusias menyambut peluang langka untuk bisa bertarung langsung melawan rekan yang sudah sangat mengenalnya tersebut.
"Karena dimulai dia (Yudha) masuk IBL, saya selalu satu tim dengan dia. Makanya itu, sekarang punya kesempatan untuk melawan dia," kata Pandu Wiguna.
Menanggapi tantangan terbuka dari sahabat karibnya itu, sang kapten Tim Biru membalasnya dengan sebuah candaan yang tak kalah menohok.
Ia sesumbar sudah mengantongi kelemahan krusial sang lawan dan tahu persis bagaimana taktik untuk mematikan pergerakannya di pertandingan besok.
"Saya sudah tahu cara menghentikan dia. Salah satunya, paksa Pandu menembak three point," ungkap Yudha Saputera sembari tersenyum lebar.