- Viktor Axelsen mengkritik keputusan BWF mengubah sistem skor bulu tangkis menjadi 15 poin mulai 4 Januari 2027.
- Sistem skor baru dinilai menghilangkan aspek daya tahan, taktik, dan momen comeback dramatis dalam setiap pertandingan bulu tangkis.
- Axelsen menyarankan BWF membenahi kalender kompetisi yang padat alih-alih mengubah sistem poin demi alasan komersial siaran televisi.
Suara.com - Legenda tunggal putra dunia, Viktor Axelsen, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang resmi mengubah sistem skor menjadi 15 poin mulai tahun 2027.
Eks pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark tersebut menilai perubahan drastis ini akan merusak esensi permainan yang selama ini mengandalkan daya tahan fisik dan kecerdasan taktik di lapangan.
Implementasi sistem 3x15 ini dianggap akan memangkas momen-momen comeback emosional yang biasanya menjadi daya tarik utama bagi para penggemar tepok bulu di seluruh dunia.
Hilangnya Aspek Daya Tahan dan Karakter Pertandingan
![Viktor Axelsen datang ke Indonesia menyapa penggemar. [Dok. Arief Apriadi/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/24/65683-viktor-axelsen.jpg)
Dalam sesi wawancara pasca talk show bertajuk "Celebrating the Legacy of Viktor Axelsen" yang diadakan Monitor ERP System di Jakarta pada Minggu (24/5/2026), Axelsen secara blak-blakan menyebut bahwa sistem 15 poin akan menghilangkan sejarah naik-turunnya tensi dalam sebuah laga.
"Saya pikir kita akan kehilangan beberapa aspek daya tahan (endurance) dan beberapa momen comeback selama pertandingan dan hal-hal seperti itu," ujar Viktor Axelsen.
Peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo dan 2024 Paris ini merasa bahwa dalam sistem 21 poin, seorang pemain yang tertinggal jauh di awal laga masih memiliki ruang untuk membalikkan keadaan.
Namun, dengan batasan hanya 15 poin, peluang untuk mengejar ketertinggalan menjadi sangat tipis jika lawan sudah mencapai poin kritis.
"Saya rasa kita akan kehilangan itu dengan pengaturan 15 poin," lanjut Axelsen.
Potensi Banjir Kejutan bagi Pemain Peringkat Bawah

Axelsen juga memprediksi bahwa format skor pendek ini akan menjadi ladang subur bagi terciptanya kejutan atau upset besar di turnamen-turnamen internasional.
Pemain dengan tipikal menyerang agresif dinilai akan sangat diuntungkan karena mereka hanya perlu menjaga fokus dalam durasi yang lebih singkat.
Hal ini tentu menjadi ancaman bagi pemain papan atas jika mereka terlambat panas atau tidak siap sejak servis pertama dilakukan.
"Akan ada lebih banyak kejutan (upsets) selama turnamen berlangsung menurut saya, terutama di awal," jelasnya menganalisis dampak sistem baru tersebut.
Ia menekankan bahwa para atlet kini tidak boleh lagi bermain santai di awal gim karena setiap poin menjadi sangat berharga dalam format 15 angka.