- PERBASASI DKI Jakarta menggelar Musyawarah Provinsi pada 9 Mei 2026 di Habitare Hotel untuk menyusun program kerja organisasi.
- M. David Franico terpilih secara demokratis sebagai Ketua Umum PERBASASI DKI Jakarta periode 2026–2030 melalui mekanisme voting suara.
- Pengurus baru akan memfokuskan pembinaan prestasi atlet serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXII di NTT dan NTB.
Suara.com - PERBASASI DKI Jakarta resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 9 Mei 2026 di Habitare Hotel.
Agenda penting organisasi baseball dan softball ibu kota tersebut berlangsung dinamis, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan dengan fokus utama pada penguatan pembinaan prestasi serta penyusunan arah program kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.
Dalam Musprov tersebut, M David Franico resmi terpilih sebagai Ketua Umum PERBASASI DKI Jakarta periode 2026–2030.
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting yang melibatkan seluruh pemegang hak suara sebagai bentuk implementasi prinsip demokrasi, transparansi, dan penghormatan terhadap tata kelola organisasi olahraga yang profesional.
Proses pemungutan suara berlangsung tertib dan kondusif. Seluruh peserta Musprov menunjukkan kedewasaan berorganisasi dengan menjunjung tinggi sportivitas serta semangat persatuan demi kemajuan baseball dan softball DKI Jakarta. Dinamika yang terjadi selama proses pemilihan menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin sehat, terbuka, dan adaptif terhadap tantangan olahraga modern.
![PERBASASI DKI Jakarta resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 9 Mei 2026 di Habitare Hotel. [Dok Pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/37368-perbasasi.jpg)
Dalam sambutannya usai terpilih, M. David Franico menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga level elite.
“DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama baseball dan softball nasional, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis prestasi,” kata M. David Franico.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus, klub, pelatih, atlet, serta komunitas untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
“Selain peningkatan kualitas atlet, perhatian juga akan diberikan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga internasional,” tambahnya.
Salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. PERBASASI DKI Jakarta menargetkan mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet Jakarta di tingkat nasional.
Persiapan menuju PON disebut akan dilakukan lebih awal melalui program pemantauan atlet, peningkatan intensitas kompetisi, serta pembentukan sistem pembinaan jangka panjang. Kompetisi internal antarklub dan pembinaan kelompok umur juga akan diperkuat sebagai fondasi regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Selain fokus pada baseball dan softball prestasi, Musprov juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan olahraga slowpitch. Cabang yang terus berkembang di berbagai negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga berbasis komunitas.
PERBASASI DKI Jakarta melihat slowpitch bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sarana membangun budaya hidup sehat, mempererat komunitas, dan membuka ruang pembinaan atlet baru. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap slowpitch terus meningkat, termasuk dari kalangan profesional muda, komunitas olahraga, hingga keluarga.
Karena itu, kepengurusan baru berkomitmen memperluas penyelenggaraan turnamen, festival olahraga komunitas, serta program pengenalan baseball dan softball kepada masyarakat luas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi olahraga sekaligus memperbesar basis talenta atlet di masa depan.
Musprov PERBASASI DKI Jakarta juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat tata kelola yang profesional dan modern. Pengurus baru diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, transparan, dan mampu menjawab tantangan pembinaan olahraga di era saat ini.