- Gregoria Mariska Tunjung resmi keluar dari pelatnas PBSI pada 15 Mei 2026 akibat masalah kesehatan vertigo yang dialami.
- Putri Kusuma Wardani kini menjadi pebulu tangkis tunggal putri senior utama Indonesia dengan peringkat keenam dunia saat ini.
- Putri bersiap menghadapi Singapura Open dan Indonesia Open 2026 dengan ambisi besar memikul tanggung jawab pasca kepergian Gregoria.
Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani siap memikul tanggung jawab lebih besar setelah Gregoria Mariska Tunjung memutuskan keluar dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI.
Kini, Putri menjadi pemain tunggal putri paling senior di pelatnas sekaligus atlet Indonesia dengan peringkat BWF tertinggi di sektor tersebut, yakni menempati posisi keenam dunia.
"Ya, bebannya Kak Grego (Gregoria-red) pindah ke aku, kan. Namun aku menjalaninya dengan senang hati. Terus berpikir positif," kata Putri saat ditemui pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, Gregoria resmi meninggalkan pelatnas pada Jumat (15/5/2026) karena kondisi kesehatannya belum membaik. Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu masih mengalami gangguan vertigo yang membuatnya kesulitan kembali berlatih secara penuh.
Keputusan Gregoria mundur membuat proses regenerasi tunggal putri Indonesia berjalan lebih cepat. Putri pun menyadari ekspektasi besar kini berada di pundaknya.
Meski mengaku merasakan tekanan, pebulu tangkis berusia 23 tahun itu tetap optimistis mampu berkembang lebih jauh.
"Pasti (terbebani-red). Namun Insyaallah aku ingin lebih dari Kak Grego," tutur Putri.
Saat ini, Putri Kusuma Wardani tengah mempersiapkan diri menghadapi dua turnamen penting BWF World Tour, yakni Singapura Open 2026 dan Indonesia Open 2026.
Singapura Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Mei, sementara Indonesia Open 2026 digelar pada 2–7 Juni 2026.
(Antara)