- Pebulu tangkis Muhammad Shohibul Fikri mengincar gelar juara di Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Jakarta, 2-7 Juni.
- Fikri berupaya mengakhiri catatan dua belas kali menjadi runner-up dalam berbagai turnamen internasional sejak menjuarai All England 2022.
- Dukungan suporter di Istora Senayan diharapkan menjadi motivasi Fikri bersama Fajar Alfian untuk memenangkan gelar juara di kandang.
Suara.com - Muhammad Shohibul Fikri mengusung misi besar untuk mengakhiri label “spesialis runner-up” yang melekat padanya saat tampil di ajang Polytron Indonesia Open 2026.
Pebulu tangkis ganda putra andalan Indonesia itu tercatat telah mengoleksi 12 gelar runner-up sejak menjuarai All England 2022. Dalam periode pasca All England 2022, hanya di China Open 2025 dirinya berhasil juara.
Menjelang turnamen di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang, Fikri menegaskan kesiapannya untuk berjuang habis-habisan demi meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.
Rekor Runner-up yang Membayangi Fikri
![Fajar/Fikri bidik revans atas Raymond/Joaquin di babak kedua All England 2026. Pasangan senior ini penasaran belum pernah menang lawan juniornya dalam dua pertemuan.[Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/58335-fajar-alfianmuhammad-shohibul-fikri.jpg)
Statistik menunjukkan Fikri memiliki catatan kurang beruntung dalam partai final turnamen internasional.
Saat masih berpasangan dengan Bagas Maulana, ia harus puas menjadi runner-up sebanyak tujuh kali, yakni di Orleans Masters 2023, Thailand Open 2023, Denmark Open 2023, French Open 2023, Swiss Open 2024, Thailand Masters 2025, dan Swiss Open 2025.
Bahkan setelah berduet dengan Fajar Alfian, catatan tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Bersama Fajar, Fikri telah lima kali finis sebagai runner-up, termasuk di Korea Open 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, Australia Open 2025 dan Singapore Open 2026.
Fikri Tak Ingin Menyerah
Banyak pengamat dan penggemar menilai permainan Fikri sangat impresif hingga mampu menembus final, tetapi kerap gagal meraih kemenangan pada laga penentuan.
Menanggapi sorotan tersebut, Fikri mengakui catatan runner-up yang terus bertambah memang menjadi perhatian baginya.
“Ya saya juga menyadari akan hal itu. Saya sudah beberapa kali final, tapi memang gagal. Dan ya saya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan saya,” ujar Fikri dalam konferensi pers jelang turnamen di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Fikri menegaskan setiap kegagalan bukan disebabkan kurangnya persiapan atau kerja keras.
“Saya selalu usaha semaksimal mungkin, selalu berdoa,” ucap pemain berusia 26 tahun tersebut.
Menurutnya, faktor keberuntungan dan rezeki juga memiliki peran dalam menentukan hasil akhir pertandingan.
“Tetapi mungkin memang rezekinya belum. Saya pun tidak akan menyerah, akan selalu berusaha terus untuk melewati masa sulit itu,” katanya.
Termotivasi Raih Gelar Perdana di Istora
Alih-alih terpuruk karena banyaknya medali perak yang diraih, Fikri memilih tetap bersyukur atas konsistensinya menembus partai final.
Ia menilai keberhasilan mencapai laga puncak di Singapore Open 2026 pekan lalu tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
“Dan ya yang pasti saya selalu bersyukur dan sangat senang bisa kembali ke final,” tutur Fikri saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta.
Baginya, mampu bersaing di level tertinggi tanpa tersingkir di babak-babak awal menjadi bukti bahwa kualitas permainannya tetap terjaga.
“Tidak kalah di babak-babak awal, babak dua, ya itu juga sudah menjadi kebanggaan untuk saya,” lanjutnya.
Meski demikian, Fikri menegaskan dirinya belum puas.
“Tapi itu tidak membuat saya cepat puas. Saya akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan juara pertama saya,” tegasnya.
Indonesia Open 2026 Jadi Momentum Pembuktian
Polytron Indonesia Open 2026 merupakan turnamen level BWF World Tour Super 1000 yang menawarkan total hadiah jutaan dolar AS.
Ajang bergengsi tersebut akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni 2026.
Sebagai tuan rumah, Indonesia berharap mampu meraih gelar juara di tengah persaingan ketat dengan para pemain elite dunia dari China, Korea Selatan, dan Denmark.
Sektor ganda putra masih menjadi salah satu andalan Merah Putih untuk merebut podium tertinggi, mengingat tradisi prestasi Indonesia yang kuat di nomor tersebut.
Dukungan ribuan suporter di Istora diharapkan menjadi energi tambahan bagi Fikri dan Fajar untuk mematahkan dominasi lawan sekaligus mengakhiri catatan buruk di partai final.