- Mantan atlet bulu tangkis Kevin Sanjaya menyatakan tidak ingin putrinya, Avery Victoria, menjadi seorang atlet profesional.
- Pernyataan tersebut disampaikan Kevin di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026, terkait tantangan berat karier atlet.
- Kevin beralasan persaingan level profesional terlalu berisiko, namun tetap mengizinkan sang putri bermain bulu tangkis sebagai hobi.
Suara.com - Mantan primadona bulu tangkis dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, secara mengejutkan mengaku tidak ingin mengarahkan putrinya untuk mengikuti jejaknya.
Meski menyandang status sebagai legenda dengan segudang prestasi, ia memilih untuk tidak memproyeksikan sang buah hati, Avery Victoria Sukamuljo, menjadi atlet profesional.
Keputusan besar ini diambil karena sang ayah sangat memahami betapa berat dan kerasnya persaingan di level tertinggi dunia bulu tangkis.
Pernyataan tersebut disampaikan mantan pasangan Marcus Fernaldi Gideon itu saat ditemui awak media di Jakarta pada Jumat (5/6/2026).

Suami Valencia Tanoesoedibjo ini secara blak-blakan menyebut dunia atlet profesional bukan jalan hidup yang ingin ia paksakan kepada putrinya.
"Ya untuk jadi atlet profesional sih enggak ya," kata Kevin Sanjaya.
Risiko Besar di Balik Status Juara Dunia
Bagi mantan pemain nomor satu dunia tersebut, menjadi seorang juara membutuhkan pengorbanan luar biasa yang tidak mudah dijalani.
Ia menilai peluang seorang atlet untuk mencapai puncak prestasi sangat kecil dibandingkan jumlah pesaing yang harus dihadapi.
Kevin memandang perjuangan fisik dan mental yang harus dilalui seorang atlet profesional memiliki risiko besar bagi masa depan.
"Ya saya sudah melewati semua perjalanannya dan pastinya sangat tidak mudah."
"Dan apa ya, juara itu kan (persaingannya) dari ribuan orang, mungkin jutaan orang cuma ada satu (juara)."
"Jadi ya risikonya terlalu lebih terlalu lebih besar," ujar peraih gelar All England 2018 tersebut.
Menurut Kevin, pengalaman panjang yang ia jalani sebagai atlet membuatnya memahami bahwa jalan menuju kesuksesan di olahraga profesional sangat berat dan penuh ketidakpastian.
Tetap Bebas Bermain Bulu Tangkis Sebagai Hobi
Meski tidak menginginkan putrinya menjadi atlet profesional, Kevin tidak melarang Avery untuk mengenal dunia bulu tangkis.
Ia tetap memberikan kebebasan apabila sang anak ingin bermain bulu tangkis sebagai hobi atau aktivitas yang menyenangkan.
Bagi Kevin, kebahagiaan dan kenyamanan putrinya jauh lebih penting dibanding ambisi untuk melahirkan penerus prestasi keluarga di lapangan.
Latar belakang Kevin yang kini aktif sebagai pebisnis setelah pensiun dari dunia bulu tangkis juga memengaruhi cara pandangnya terhadap pilihan karier yang lebih stabil.
Selama berkarier sebagai atlet, Kevin merupakan salah satu mesin prestasi Indonesia dengan koleksi 10 gelar BWF Super Series dan empat gelar Grand Prix.
Menikmati Babak Baru Setelah Pensiun
Kevin Sanjaya resmi mengakhiri kariernya di dunia bulu tangkis internasional setelah menikmati masa kejayaan yang fenomenal bersama Marcus Fernaldi Gideon.
Di luar lapangan, ia memulai babak baru kehidupannya dengan menikahi Valencia Tanoesoedibjo dan dikaruniai seorang putri bernama Avery Victoria Sukamuljo yang lahir pada awal 2024.
Saat ini, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pengusaha dan kepala keluarga, sambil tetap mengikuti perkembangan bulu tangkis Indonesia dari kejauhan.
Meski tidak ingin putrinya menjadi atlet profesional, Kevin tetap berharap Avery tumbuh sesuai minat dan pilihannya sendiri tanpa tekanan untuk mengikuti jejak sang ayah.