- New York Knicks memimpin 2-0 atas San Antonio Spurs setelah memenangkan laga kedua NBA Finals dengan skor 105-104.
- Ratusan penggemar basket di Senayan Park, Jakarta, menyaksikan pertandingan final tersebut pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.
- Hasil laga ini membuat Knicks hanya memerlukan dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara NBA tahun 2026 ini.
Suara.com - NBA Finals 2026 kini menjadi pusat perhatian dunia seiring berlangsungnya duel klasik antara San Antonio Spurs dan New York Knicks.
Streetballer ikonik Indonesia, Rico Lubis, turut memeriahkan suasana nonton bareng di Jakarta dengan memberikan prediksi mengenai tim yang bakal keluar sebagai juara.
Meskipun hatinya menjagokan Spurs demi sejarah baru Victor Wembanyama, Rico secara realistis melihat Knicks memiliki peluang besar usai mengamankan keunggulan 2-0.
Ratusan penggemar basket memadati area SPARK, Senayan Park, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) untuk menyaksikan laga kedua final antara San Antonio Spurs dan New York Knicks.
Dalam pertandingan dengan format best of seven tersebut, New York Knicks berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 105-104.
![Rico Lubis menilai NBA Finals 2026 lebih kompetitif tanpa LeBron James. Meski mendukung Victor Wembanyama, ia melihat Knicks berpeluang besar juara. [Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/07/70389-rico-lubis.jpg)
Hasil ini membuat Knicks sementara unggul 2-0 dan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara.
Momen dramatis sempat tercipta di detik-detik akhir saat tembakan bintang Spurs, Victor Wembanyama, nyaris membalikkan keadaan.
Namun, kegagalan tembakan tersebut memastikan kekecewaan bagi para pendukung Spurs yang hadir di Senayan Park.
Rico Lubis Soroti Kompetisi NBA yang Sehat
![Nostalgia Final 1999: Rico Lubis Sebut NBA Finals 2026 Tanpa LeBron James Lebih Menarik. [Dok. Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/07/93565-nba-finals.jpg)
Di sela kemeriahan acara tersebut, Rico Lubis menuturkan bahwa komposisi final tahun ini menunjukkan kompetisi yang sehat di NBA.
Ia mengapresiasi munculnya kekuatan baru di partai puncak tanpa ketergantungan pada nama-nama besar yang sudah lama mendominasi.
"Kalo partai final itu bukan diisi oleh nama-nama bintang kayak LeBron James, itu artinya liganya kompetitif dan ini hal yang sangat bagus," katanya.
Mengenai prediksi juara, Rico mengaku berada dalam dilema antara keinginan hati dan fakta di lapangan.
"Gue hati kecil maunya Spurs menang, supaya NBA punya hall of fame baru dari Wemby. Tapi ini kalau Knicks menang 2-0, kayaknya selesai," ujarnya.
Nostalgia Final Klasik 1999
Pertemuan ini membawa memori suporter kembali ke tahun 1999 saat kedua tim bertemu di partai puncak untuk pertama kalinya.
Kala itu, San Antonio Spurs keluar sebagai juara setelah menumbangkan Knicks dengan skor meyakinkan 4-1.
Rico mengenang masa tersebut sebagai periode ketika dirinya justru memberikan dukungan kepada tim asal New York itu.
"Waktu itu Knicks masih ada Latrell Sprewell, jadi gue dukung mereka. Tapi Spurs yang ada Tim Duncan juga bagus banget saat itu," kenangnya.
Kini situasinya berbalik. Knicks berusaha mengakhiri puasa gelar sejak 1973, sementara Spurs memburu trofi pertama sejak 2014.
Gairah Basket Indonesia Kembali Membara
Acara nonton bareng yang dipandu Augie Fantinus menjadi pertanda positif bagi perkembangan ekosistem basket di Tanah Air.
Rico Lubis mengaku sangat senang melihat antusiasme penonton yang tetap tinggi meski pertandingan berlangsung pada pagi hari.
"Gue seneng banget dengan gairah yang kembali tumbuh semoga bisa seperti era 1990-an pas Michael Jordan masih main. Dulu gue nonton NBA Finals itu pas lagi EBTANAS," ujar Rico.
Pihak penyelenggara dari Prime Video dan Telkomsel juga memberikan respons positif terhadap tingginya animo masyarakat.
GM Video Business Ecosystem Telkomsel, Arnaz Kuncoro Rizky, menyatakan keterbukaan untuk rutin menggelar kegiatan serupa di masa depan.
"Ini baru pertama kali kami adakan bersama Prime Video. Tanggapannya sangat bagus. Kita terbuka untuk mengadakan nobar seperti ini lagi ke depannya," tutup Arnaz.