- Pebulu tangkis An Se-young menjuarai Indonesia Open 2026 di Istora Senayan setelah mengalahkan Akane Yamaguchi pada hari Minggu.
- An Se-young berhasil memenangkan pertandingan final melalui dua gim langsung dengan skor akhir 23-21 dan 21-12.
- Kemenangan ini mempertegas dominasi An Se-young yang memiliki ambisi besar menjadi atlet dunia yang tidak pernah terkalahkan.
Suara.com - Pebulu tangkis putri Korea Selatan, An Se-young, kembali menunjukkan dominasinya di panggung bulu tangkis dunia setelah menjuarai BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.
Namun, di balik keberhasilannya mengangkat trofi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, tersimpan ambisi yang jauh lebih besar daripada sekadar menambah koleksi gelar.
Tidak ada selebrasi berlebihan dari tunggal putri Korea Selatan itu setelah mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada partai final. Ia menegaskan tekad besarnya untuk menjadi pebulu tangkis yang tidak terkalahkan.
“Dibandingkan memiliki tujuan seperti apa pun, saya lebih ingin menjadi atlet yang tidak pernah dikalahkan. Saya tidak ingin kalah, hanya ingin menang,” kata An seusai pertandingan.
![Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young sukses mempertahankan gelar Indonesia Open 2026 usai mengalahkan Akane Yamaguchi. Sang juara mengungkap rahasia mentalitasnya di Istora. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/07/90527-an-se-young.jpg)
Pernyataan tersebut menggambarkan mentalitas juara yang dimiliki pebulu tangkis berusia 24 tahun itu. Meski telah meraih hampir semua gelar bergengsi di dunia bulu tangkis, An masih memiliki motivasi besar untuk terus berkembang.
Sepanjang kariernya, An telah mengoleksi berbagai prestasi prestisius, mulai dari gelar juara dunia 2023, medali emas Olimpiade Paris 2024, medali emas Asian Games Hangzhou, hingga membawa Korea Selatan menjuarai Piala Uber pada 2022 dan 2026.
Pada final Indonesia Open 2026, An kembali memperlihatkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling dominan dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengalahkan Akane Yamaguchi dengan skor 23-21, 21-12.
Meski akhirnya menang dua gim langsung, pertandingan tidak berjalan mudah sejak awal. Akane sempat mengendalikan permainan dan unggul 5-2 pada gim pertama melalui serangan agresif yang memaksa An bergerak ke berbagai sudut lapangan.
Namun, seperti yang kerap diperlihatkannya selama ini, An tetap tenang menghadapi tekanan. Ia perlahan membaca pola permainan lawan, mengubah ritme pertandingan, dan berhasil membalikkan keadaan hingga unggul 11-9 saat interval.
Akane masih memberikan perlawanan sengit dan bahkan mampu menyamakan skor menjadi 21-21 setelah menggagalkan dua peluang game point milik An. Akan tetapi, pada momen-momen penentuan, pebulu tangkis Korea Selatan itu kembali menunjukkan ketenangan dan ketajamannya.
Dua poin terakhir berhasil diamankan An untuk merebut gim pertama.
Keberhasilan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Pada gim kedua, An tampil semakin dominan. Ia mengontrol tempo reli, memaksa Akane terus bergerak, dan mengakhiri pertandingan dalam waktu 39 menit.
“Menurut saya permainan hari ini sangat baik. Kondisi saya juga sangat baik, lalu permainan berjalan sesuai tempo yang saya inginkan,” ujar An.
Gelar Indonesia Open 2026 semakin menegaskan status An Se-young sebagai pemain terbaik dunia saat ini. Namun bagi dirinya, pencapaian tersebut tampaknya bukan garis akhir, melainkan bagian dari upaya mewujudkan ambisi yang lebih besar: menjadi atlet yang sesulit mungkin untuk dikalahkan.