- Pelita Jaya Jakarta menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mengalahkan Dewa United Banten dengan skor 93-79 pada laga kedua semifinal IBL 2026.
- David Singleton menyebut disiplin pertahanan, eksekusi taktik, dan kerja sama tim sebagai kunci kemenangan Pelita Jaya.
- Perrin Buford tampil luar biasa dengan mencatat triple-double berisi 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist untuk membawa timnya meraih kemenangan penting.
Suara.com - Pelatih kepala Pelita Jaya Jakarta, David Singleton, memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang tampil sangat disiplin saat menumbangkan Dewa United Banten.
Kemenangan meyakinkan dengan skor 93-79 pada laga kedua semifinal IBL 2026 di GMSB, Jakarta, Senin (8/6/2026), menjadi bukti bangkitnya kekuatan sang raksasa ibu kota.
Hasil positif ini sekaligus membuat kedudukan kedua tim menjadi imbang 1-1 dalam seri semifinal yang menggunakan format best-of-five.
Harmonisasi Taktik Menyerang dan Bertahan
![Perrin Buford mencatat triple-double 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist saat Pelita Jaya mengalahkan Dewa United 93-79 di semifinal IBL 2026. [Dok. Pelita Jaya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/09/10005-perrin-buford-pelita-jaya-ibl.jpg)
David Singleton menilai keberhasilan timnya meraih kemenangan tidak lepas dari kemampuan para pemain dalam menerjemahkan rencana permainan di atas lapangan.
Ia melihat adanya koneksi yang sangat kuat di antara seluruh penggawa Pelita Jaya, baik saat menggalang pertahanan maupun ketika membangun serangan.
"Saya sangat senang melihat para pemain bersama-sama memahami rencana permainan dan terhubung dengan baik secara defensif maupun ofensif," kata Singleton seusai pertandingan.
Singleton juga mengaku bangga karena Dewa United merupakan lawan berkualitas yang sangat sulit ditaklukkan sepanjang musim ini.
Sejak awal, tim pelatih sudah memprediksi bahwa seri semifinal ini akan menjadi ujian fisik dan mental yang menguras energi bagi kedua tim.
Konsistensi Eksekusi Jadi Pembeda
Penampilan Jeff Withey dan kolega dinilai sangat konsisten sepanjang empat kuarter dengan mengandalkan pertahanan yang ketat.
Singleton membeberkan bahwa efektivitas serangan yang menjadi identitas tim sepanjang musim reguler akhirnya kembali muncul pada momen krusial.
Kerja sama antarpemain pun terlihat semakin matang, terutama pada dua kuarter terakhir yang menjadi kunci dalam menjaga momentum permainan.
Pelatih asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa kontribusi pemain asing maupun lokal sama-sama memegang peranan penting dalam kemenangan ini.
"Saat kami bermain seperti yang kami inginkan di pertahanan, sangat sulit untuk menghentikan kami dan saya juga percaya tim ini masih bisa menjadi lebih baik lagi," tambahnya.