- PB Djarum menyaring 2.140 peserta di tiga kota untuk memilih sembilan atlet muda penerima beasiswa bulutangkis pada 2026.
- Rangkaian seleksi ketat meliputi tahap screening, turnamen, hingga karantina guna menguji kemampuan fisik dan mental para peserta.
- Sembilan atlet terpilih akan menjalani program pembinaan intensif untuk dipersiapkan menjadi pebulutangkis profesional di masa depan.
Suara.com - Audisi Umum PB Djarum 2026 melahirkan sembilan atlet muda yang berhak menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis. Mereka terpilih setelah bersaing dengan total 2.140 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari screening, turnamen, hingga karantina yang menguji kemampuan bermain serta kesiapan fisik dan mental.
Sembilan atlet terpilih terdiri dari dua atlet U-11 putri, tiga atlet KU 11 putra, satu atlet KU 11 putri, dua atlet KU 12 putra, dan satu atlet KU 12 putri.
Mereka adalah Vicky Lee Alison, Alisie Elaina Sembiring, Russel Junior Sumual, Azka Adhitama, Azka Azfar Rabbani, RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh, Feliks Zebua, Muh. Faiz Athallah, dan Errencia Clarista.
Seleksi Berlangsung di Tiga Kota
![Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto. [Dok. PB Djarum/Djarum Foundation]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/18/85001-ketua-tim-pencari-bakat-audisi-umum-pb-djarum-sigit-budiarto.jpg)
Audisi Umum PB Djarum 2026 digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus.
Dari ribuan peserta, tim pencari bakat memberikan Super Tiket kepada 67 atlet untuk melanjutkan proses seleksi. Rinciannya, 15 atlet berasal dari audisi Pekanbaru, 16 atlet dari Makassar, dan 36 atlet dari Kudus.
Para pemegang Super Tiket kemudian menjalani tahap karantina untuk menjalani penilaian lanjutan. Tahap pertama yang berakhir pada 28 September 2026 menyisakan 46 atlet untuk melanjutkan seleksi ke tahap kedua.
Pada tahap akhir, Tim Pencari Bakat bersama jajaran pelatih menentukan sembilan atlet yang dinilai layak mendapatkan pembinaan di PB Djarum.
Tim Pencari Bakat Soroti Keragaman Peserta
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengapresiasi karakteristik peserta yang dinilainya semakin beragam pada tahun ini.
Menurutnya, penyelenggaraan audisi di tiga kota membantu tim menemukan atlet dengan potensi dan gaya bermain yang berbeda.
“Kami bersyukur karena Audisi Umum PB Djarum tahun ini diikuti atlet-atlet dengan karakteristik yang lebih beragam."
"Salah satu faktornya adalah penyelenggaraan audisi di tiga kota, sehingga kami bisa melihat potensi dan karakter atlet dari berbagai daerah."
Sigit juga menyampaikan ucapan selamat kepada atlet yang lolos sekaligus memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil.
"Selamat kepada para atlet yang terpilih mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis."
"Bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat."
"Tetap giat berlatih, berusaha, dan #TeruskanSemangatJuara,” ungkap Sigit.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis peserta saat ini. Tim pelatih juga menilai potensi perkembangan atlet agar sesuai dengan kebutuhan pembinaan untuk bersaing di level internasional.
Atlet Terpilih Diminta Menjaga Mental Juara
Sigit berharap sembilan atlet terpilih memiliki semangat dan kedisiplinan untuk menjalani proses latihan di PB Djarum. Menurutnya, perjalanan menuju level profesional masih panjang dan membutuhkan kerja keras serta komitmen.
“Para atlet yang terpilih merupakan yang terbaik dan memang dibutuhkan oleh PB Djarum."
"Kami berharap mereka memiliki semangat dan tekad yang besar dalam menjalani latihan."
"Sebab, perjalanan untuk menjadi pebulutangkis profesional masih panjang, sehingga dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, kemauan, serta mental juara untuk terus berkembang,” imbuhnya.
Koordinator Pelatih Tunggal Putri, Hendrawan, juga mengingatkan para peserta agar tidak menyerah meski belum berhasil lolos. Juara dunia pada 2001 itu mengapresiasi perjuangan para atlet, orang tua, dan pelatih daerah yang mendampingi mereka selama proses audisi.
“Apapun hasil pengumuman hari ini, saya berharap adik-adik tetap semangat dan terus bekerja keras."
"Sukses di awal belum tentu sukses di akhir, begitu juga gagal di awal bukan berarti gagal di akhir."
"Perjalanan kalian masih panjang, teruslah berlatih dan jangan berhenti mengejar impian."
"Kami mengucapkan terima kasih kepada orangtua dan rekan-rekan pelatih karena dukungan kalian memiliki peran penting dalam perjalanan atlet sejak dini hingga nanti menjadi profesional,” cetus Hendrawan.
Kisah Errencia dan Russel Menembus PB Djarum
Salah satu atlet yang berhasil lolos adalah Errencia Clarista, satu-satunya peserta kategori KU 12 putri yang terpilih. Atlet yang mengidolakan Liliyana Natsir itu menjadi satu-satunya peserta dari audisi Pekanbaru yang bertahan hingga akhir karantina.
Errencia mengaku bangga bisa bergabung dengan PB Djarum setelah mempersiapkan diri melalui latihan rutin selama tiga bulan sebelum audisi di Pekanbaru.
“Senang banget dan bangga bisa masuk PB Djarum."
"Sudah lama banget mau jadi atlet PB Djarum dari lima tahun lalu, karena fasilitas dan semuanya bagus."
"Bersyukur walaupun baru pertama kali ikut audisi umum tapi lolos berkat latihan rutin selama tiga bulan sebelum audisi di Pekanbaru,” kata atlet muda tersebut.
Kebahagiaan juga dirasakan Russel Junior Sumual, peserta KU 11 putra yang lolos melalui audisi di Makassar. Ia mengaku terkejut saat namanya diumumkan sebagai penerima beasiswa.
“Saya kaget pas tadi pengumuman (penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis)."
"Karena persaingan (Audisi Umum PB Djarum 2026) sangat ketat mulai dari turnamen sampai karantina."
"Saya sudah siap untuk latihan di PB Djarum dan akan menjalani seluruh proses latihan dengan maksimal, bekerja keras, dan berusaha mewujudkan cita-cita menjadi pebulutangkis profesional,” ujar Russel.
Kelolosan Russel tidak terlepas dari dukungan ibundanya, Ferawati Kambodji, yang rela tinggal selama sebulan di dekat GOR Djarum Jati untuk memberikan dukungan moral. Ia juga pernah mendampingi Russel dalam audisi tahun lalu, tetapi saat itu sang anak hanya berhasil melewati tahap turnamen.
“Senang banget perjuangan Russel nggak sia-sia."
"Karena tahun lalu juga ikut audisi tapi cuma sampai turnamen."
"Saya juga sebulan nungguin di sini, walaupun bisa ketemunya hanya satu minggu sekali,” ucapnya.