- Ratusan atlet putri mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus untuk memperebutkan Super Tiket masuk klub.
- Yuni Kartika menyatakan kualitas teknik dasar peserta putri tahun ini dinilai sangat menjanjikan dan merata.
- Sejumlah peserta muda berjuang keras merantau dan bangkit dari kegagalan demi bergabung dengan PB Djarum.
Suara.com - Persaingan para pebulu tangkis putri muda mewarnai hari kedua Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah.
Ratusan atlet putri dari berbagai provinsi berjuang menunjukkan kemampuan terbaik demi memperebutkan Super Tiket dan kesempatan masuk skuad PB Djarum.
Legenda bulu tangkis sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Yuni Kartika, mengakui kualitas sektor putri pada edisi tahun ini cukup menjanjikan.
Tingginya kualitas teknis peserta membuat tim pencari bakat harus lebih jeli dalam melakukan penilaian di lapangan.
Teknik Dasar Atlet Putri Dinilai Menjanjikan
![Yuni Kartika Soroti Potensi Atlet Putri di Audisi Umum PB Djarum 2026. [Dok. PB Djarum]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/72913-yuni-kartika.jpg)
“Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra," papar Yuni Kartika menganalisis kuantitas peserta dikutip dari keterangan tertulis.
"Maka kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi," tambahnya menjelaskan tantangan tim pencari bakat.
"Tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik," tegas mantan atlet yang sukses membawa Piala Uber ke Tanah Air tersebut.
"Kami melihat satu hal, untuk teknik dasar rata-rata relatif banyak yang sudah baik," puji Yuni melihat fondasi bermain anak-anak putri.
"Kemudian, penyebaran asal peserta juga cukup merata dan kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan," urainya.
"Tapi, selain permainan di atas lapangan, nantinya akan ada faktor-faktor lain yang akan bisa dinilai saat fase karantina seperti fisik maupun mental,” kata Yuni.
Rela Merantau Demi Mengejar Mimpi
Dedikasi dalam mengejar mimpi ditunjukkan Fiendiziya Gwen Fernandes, atlet muda asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Gwen rela merantau ke Sleman, Yogyakarta, untuk menjalani pemusatan latihan menjelang audisi.
Pengorbanannya membuahkan hasil setelah ia melewati babak screening kategori U-11 dengan mengalahkan Aishya Azzalea asal Kendal 21-8.