- Sekitar 37 ribu peserta mengikuti myBCA Jakarta Running Festival 2026 di kawasan Gelora Bung Karno pada akhir pekan lalu.
- Penyelenggara menyediakan 32 titik hidrasi berisi minuman isotonik HYDROPLUS untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan pelari di tengah cuaca panas.
- Kategori Half Marathon pada ajang tersebut berhasil meraih predikat berstandar internasional World Athletics Gold Label.
Suara.com - Cuaca panas dan kelembapan tinggi di Jakarta menjadi tantangan bagi sekitar 37 ribu peserta myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Untuk mendukung kebutuhan cairan pelari selama lomba, penyelenggara menyiapkan 32 titik hidrasi di sepanjang rute.
Festival lari jalan raya yang berpusat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tersebut digelar pada akhir pekan lalu. Pesertanya mencakup sekitar 1.200 pelari internasional dari 48 negara.
Titik hidrasi tersebut didukung oleh produk minuman isotonik HYDROPLUS untuk membantu peserta memenuhi kebutuhan cairan selama berlari.
JRF 2026 Diikuti Ribuan Pelari dari Luar Negeri
![Sebanyak 32 titik hidrasi disiapkan untuk mendukung 37 ribu pelari di Jakarta Running Festival 2026 yang diikuti peserta dari 48 negara. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/26/39799-taklukkan-panas-jakarta.jpg)
Kategori utama HYDROPLUS Marathon dilepas pada Minggu (25/10/2026) pukul 04.00 WIB. Lebih dari 4.500 pelari, termasuk 10 atlet elite mancanegara, mengikuti lomba dengan jarak 42,195 kilometer.
Project Director myBCA JRF 2026, Dickie Widjaja, mengatakan jumlah peserta dan antusiasme publik meningkat pada penyelenggaraan tahun ini. Kondisi cuaca Jakarta menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam persiapan lomba.
"Seperti kita ketahui udara Jakarta cukup panas dan lembap," ujar Dickie.
"Maka dari itu kami bekerjasama dengan Hydroplus menyediakan 32 isotonic stations demi memastikan hidrasi atau kebutuhan cairan peserta tercukupi," tambahnya.
JRF 2026 juga mencatatkan pencapaian dalam standar kompetisi internasional dengan meraih predikat World Athletics Gold Label untuk kategori Half Marathon.
Hidrasi Jadi Bagian Penting Persiapan Pelari
Medical Director JRF 2026, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menjelaskan bahwa persiapan fisik perlu disertai strategi hidrasi yang sesuai. Kebutuhan cairan dan elektrolit perlu diperhatikan, terutama saat berlari dalam kondisi panas dan lembap.
"Intinya dengan hidrasi yang baik, teman-teman pelari tidak cepat mengalami fatigue atau resiko terjadinya masalah kesehatan menjadi sangat kecil," terang dr. Andi.
Tantangan lomba juga dirasakan Agus Putranto, pelari komunitas asal Semarang yang mengikuti kategori 5K dan Full Marathon. Ia menyebut batas waktu penyelesaian lomba atau cut-off point (COP) menjadi salah satu hal yang diperhatikannya selama berlari.
"Tapi secara keseluruhan, race hari ini benar-benar steril secara rute, keren banget Jakarta Running Festival tahun ini," puji pelari berusia 46 tahun itu.
Agus juga menilai ketersediaan minuman di sepanjang rute membantunya memenuhi kebutuhan cairan.
"Untuk water station-nya, terutama Hydroplus, stoknya itu benar-benar melimpah, jadi hidrasi untuk pelari benar-benar terjaga," akunya.
Zona Sorak Tambah Semangat Peserta
Selain titik hidrasi, penyelenggara menghadirkan zona sorak di sejumlah lokasi sepanjang rute. Kehadiran suporter di tepi jalan, termasuk kawasan Jalan Jenderal Sudirman, menjadi dukungan tambahan bagi pelari yang mulai kelelahan.
Yusuf Kurniawan dari komunitas Jababeka Based Runners, yang menyelesaikan maraton, mengaku terbantu oleh dukungan tersebut.
"Keberadaan zona sorak juga jujur memompa semangat banget sih," ungkap Yusuf.
"Itu membantu banget saya nggak kram sampai finish," tambah Yusuf.
Senior Brand Executive PT Savoria Kreasi Rasa, Margareta Sianne, mengatakan dukungan terhadap fasilitas hidrasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan lari yang aman dan nyaman.
"Sehingga runners juga tidak perlu khawatir dehidrasi, mereka bisa fokus untuk meraih prestasi," pungkas Sianne.