- Tiga atlet PB Djarum menjuarai BWF World Junior Championships 2026 setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di partai final.
- Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan total bonus senilai Rp200 juta kepada para atlet, pelatih, serta ofisial yang terlibat.
- Keberhasilan tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan serta regenerasi atlet bulu tangkis usia dini di Indonesia.
Suara.com - Keberhasilan meraih medali emas di ajang BWF World Junior Championships 2026 membawa apresiasi bagi tiga atlet muda PB Djarum. Mereka mendapat bonus dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan total penghargaan mencapai Rp200 juta bersama tim pelatih dan ofisial.
Ketiga atlet tersebut adalah Radithya Bayu Wardhana di sektor tunggal putra, serta pasangan ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti.
Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas pencapaian para atlet sekaligus dukungan terhadap proses pembinaan dan regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Radithya dan Luthfi/Dian Tampil sebagai Juara Dunia Junior
![Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti [PB Djarum]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/07/16008-muhammad-luthfi-habibi-dan-dian-ramadhani-mukti-pb-djarum.jpg)
Perjalanan ketiga atlet menuju podium tertinggi turnamen Grade 1 BWF tersebut tidak berlangsung mudah.
Pada nomor individu Eye Level Cup, Radithya Bayu Wardhana harus menghadapi rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final sesama wakil Indonesia.
Radithya akhirnya mengunci gelar juara setelah memenangi pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8.
Sementara itu, ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menghadapi wakil China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, pada partai final.
Pasangan Indonesia tersebut berhasil mengalahkan lawannya melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 17-15, 8-15, dan 16-14.
Dua Juara Lulusan Audisi Umum PB Djarum
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengapresiasi perjuangan para atlet muda yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
“Selamat kepada para atlet PB Djarum yang telah membuktikan diri di panggung dunia. Saya berharap, gelar juara ini dapat menjadi pelecut motivasi para atlet junior untuk dapat mencetak prestasi lebih tinggi lagi dan juga menjadi modal penting terutama ketika nanti melangkah ke jenjang senior, karena di level senior persaingan menjadi yang terbaik di dunia akan semakin ketat,” tutur Yoppy.
Dari tiga atlet yang meraih gelar juara dunia junior, dua di antaranya, yakni Radithya dan Dian, merupakan jebolan program pencarian bakat Audisi Umum PB Djarum.
“Kemenangan ini juga merupakan bukti bahwa proses pembinaan yang kami bangun harus dimulai sejak dini. Kami bersyukur, dua dari tiga atlet PB Djarum yang juara di WJC 2026 merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum. Ini menunjukkan bahwa Audisi Umum bukan pintu masuk bergabung dengan PB Djarum, tetapi gerbang untuk menjadi pebulutangkis dunia. Ke depan, kami akan terus menyelenggarakan Audisi Umum agar regenerasi terus berjalan dan Indonesia selalu melahirkan pahlawan bulutangkis di masa mendatang,” Yoppy menjelaskan.
Atlet Ungkap Perjuangan Meraih Gelar Juara
Bagi Radithya, keberhasilan menjadi juara pada debutnya di panggung dunia merupakan pencapaian yang sebelumnya hanya ia bayangkan.
“Ini pertama kali saya mengikuti World Junior Championships dan alhamdulillahnya saya bisa jadi juara. Saya masih merasa ini mimpi, apalagi lawan di final juga tidak mudah, sengit sekali,” tutur Radithya.
“Tapi karena pernah bertemu di turnamen lainnya, saya berusaha mempelajari permainan dia dan juga bersiap bermain hingga tiga gim. Alhamdulillah, walaupun di game kedua sempat hilang fokus, tapi saya bisa membalikkan keadaan di game ketiga dan bisa juara,” tandas dia.
Sementara itu, Luthfi dan Dian mengakui bahwa mengalahkan wakil China di partai puncak membutuhkan kesiapan mental dan kekompakan.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena gelar juara dunia ini diraih melalui proses serta perjuangan yang tidak mudah. Keberhasilan ini kami persembahkan untuk Indonesia, kedua orang tua, tim pelatih, tim pendukung, serta seluruh suporter yang terus memberikan doa dari awal hingga akhir. Terima kasih juga kepada klub tercinta kami, PB Djarum, yang telah mendukung perjalanan karier kami hingga mencapai titik ini,” ujar Dian.
“Sejak awal, pelatih selalu mengingatkan kami untuk menikmati pertandingan dan tidak terlalu memikirkan nama besar lawan. Kami diminta fokus menjalankan strategi, menjaga komunikasi, serta berusaha memberikan penampilan terbaik di setiap reli. Pelatih menanamkan kepercayaan diri bahwa setiap pasangan memiliki peluang yang sama, sehingga kami bisa bermain lepas. Berhasil mengatasi tekanan dalam perebutan poin-poin akhir juga menjadi kunci keberhasilan kami. Berusaha fokus meraih satu demi satu poin serta menjaga komunikasi agar tidak terbebani oleh papan skor. Meskipun tekanannya sangat tinggi, kami tetap percaya dengan potensi masing-masing hingga pertandingan benar-benar selesai,” jelas Lutfi.
Rincian Bonus Atlet dan Tim Pelatih PB Djarum
BWF World Junior Championships merupakan turnamen bulu tangkis untuk atlet berusia di bawah 19 tahun yang menjadi salah satu ajang penting dalam mengukur potensi pemain muda di level internasional.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation menyalurkan bonus dengan total Rp200 juta kepada para atlet, pelatih, dan ofisial yang terlibat dalam keberhasilan Indonesia.
Radithya Bayu Wardhana menerima bonus sebesar Rp45 juta. Sementara itu, pasangan ganda campuran Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti mendapat bonus masing-masing Rp60 juta.
Apresiasi juga diberikan kepada tim ofisial, yakni Manajer Tim Eskar Denantara sebesar Rp25 juta, Kepala Pelatih Tunggal Putra Wiempie Mahardi Rp25 juta, serta Kepala Pelatih Ganda Campuran Muhammad Rijal Rp25 juta.
Adapun Asisten Pelatih Tunggal Putra Ihsan Maulana Mustofa dan Asisten Pelatih Ganda Campuran Hendra Mulyono masing-masing menerima bonus Rp10 juta.