Sukabumi.suara.com - Kecelakaan yang terjadi di Bekasi kembali dan menelan korban siswa SD. Kejadian ini otomatis mengundang perhatiaan pimpinan daerah Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Kecelakaan tersebut diketahui banyak memakan korban. Secara keseluruhan, ada 30 orang dan 10 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kebanyakan dari korban kecelakaan adalah anak Sekolah Dasar.
Dalam akun media sosial Instagramnya, Ridwal Kamil memberikan tanggapan mengenai kecelakaan yang terjadi di daerah Bekasi. Termasuk di dalamnya, Jabar 1 tersebut memberikan surat terbuka bagi pihak kepolisian untuk menyelidiki kecelakaan dengan sigap. Ia juga meminta agar ditetapkan tindakan hukum pada pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Tidak hanya berkomentar di Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga meninjau lokasi kecelakaan maut di SDN II dan III Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (1/9/2022).
Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya meminta pembatasan operasional kendaraan besar saat jam lalu lintas padat.
"Kita sudah kirimkan surat supaya membatasi truk-truk besar di siang hari di daerah padat seperti ini. Mudah-mudahan direspon," kata Ridwan Kamil.
Selain permintaan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi, pihak SDN II dan III Kota Baru diminta untuk mengatur pergerakan murid agar tidak langsung muncul ke jalan raya, tapi melalui jalan samping sekolah.
"Di-drop orang tuanya sedemikian rupa sambil saya menitipkan kalau di rumah orangtua adalah guru, kalau di sekolah guru adalah orangtua. Nah, kalau sudah begitu konsepnya maka keselamatan lahir batin tidak hanya di lingkungan sekolah tapi pada saat keluar sekolah," ucapnya.
Ridwan Kamil juga meminta Pemerintah Kota Bekasi memperhatikan penempatan tiang pemancar sinyal. Karena seperti diketahui, sebelum menabrak puluhan korban, truk kontainer maut terlebih dulu menabrak tiang pemancar.
Baca Juga: Keren, Elektabilitas Ridwan Kamil Tertinggi Cawapres dan Kedua Capres menurut Lembaga Survei
"Semua kan kewenangannya ada di level kota yang memberikan perizinan, saya kira itu juga jadi perhatian karena harusnya tidak bisa sembarangan," katanya.
Soal zona selamat sekolah, menurut dia, tidak bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, namun dirinya dan Pemerintah Kota Bekasi mendapat usulan agar ada jembatan penyeberangan untuk murid sekolah.
"Solusinya adalah membuat sistem walaupun berdekatan jalan, bagaimana memonitor kedatangan kepulangan. Nah, tadinya ada usulan jembatan, kalau itu jadi solusi nanti saya dan Pak Wali akan mengupayakan secepatnya, sehingga yang ngedrop di sana gak usah menyebrang melewati lalin yang tidak terkontrol," kata dia.