Sukabumi.suara.com - Kecelakaan kembali terjadi di Sukabumi, kali ini Honda Brio yang dikendarai oleh AA hilang kendali akibat kurang fokus.
Kejadian terjadi pada Jumat (23/9/2022) sekitar pukul 14.30 WIB. Mobil Brio dengan nomor polisi F 1157 CV menyerempet motor bebek dengan nomor polisi F 6741 GW.
Selain itu mobil juga menabrak rumah makan Padang yang berlokasi di Kampung Selakopi RT 07/04 Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Ipda M. Yanuar Fajar selaku Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi mengatakan jika kecelakaan tersebut terjadi saat mobil yang dikendarai oleh AA dengan penumpang L melintas di Jalan Sukabumi menuju Bogor. Adapun kecelakaan tersebut diduga karena supir hilang konsentrasi.
"Saat tiba di tempat kejadian, (mobil) melintasi jalan lurus. Dikarenakan kurang konsentrasi, sehingga hilang kendali ke sebelah kiri jalan dan menabrak sepeda motor Honda Supra Fit yang dikendarai RM, yang terparkir di bahu kiri jalan, kemudian menabrak rumah makan Padang," kata Yanuar, dikutip dari sukabumiupdate-jaringan suara.com.
Dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa yang tewas. Tetapi pengendara mobil mengalami luka lecet, sedangkan pengendara motor yang mengalami luka memar pada lengan sebelah kirinya.
Berdasarkan informasi yang didapat bahwa korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.
Saat kejadian berlangsung pemilik rumah makan Padang sedang ada di lantai 2 rumahnya. Saat itu ia mendengar seperti ada yang menabrak, saat mengecek ternyata suara tabrakan tersebut berasal dari mobil yang menabrak rumah makannya.
Syamsul Fahmi selaku pemilik rumah makan Padang tersebut mengaku lega karena saat itu sedang tidak ada pembeli. Adapun kerugian ditaksir mencapai 44 juta rupiah. Karena makanan yang dijual oleh Syamsul habis tertabrak.
Baca Juga: Jembatan Penghubung di Tegalbuled Ambruk
"Tidak ada yang tersisa sama sekali untuk makanan, karena yang tertabrak itu etalase makanan. Kemudian mobil juga menabrak Papan reklame milik sebuah homestay runtuh dan kerugiannya sekitar Rp 13 juta," tambah Syamsul.
Sumber: sukabumiupdate.com