Kenapa Banten Sering Dilanda Gempa? Ini Alasannya

Sukabumi

Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:50 WIB
Kenapa Banten Sering Dilanda Gempa? Ini Alasannya
Sawarna wilayah Banten (Tulus Muliawan/flickr)

Sukabumi.suara.comGempa bumi merupakan salah satu bencana yang paling diantisipasi dampaknya. Karena pada beberapa kondisi, bencana ini bisa menimbulkan gelombang tsunami. Salah satu bencana serupa yang baru saja terjadi dan langsung menghebohkan adalah gempa banten, yang terjadi pada Minggu (9/10/2022).

Bukan kali pertama ini saja terjadi, faktanya Banten menjadi salah satu wilayah yang paling sering mengalami bencana gempa. Ditambah lagi, titik lokasi atau episentrum gempa yang dimaksud umumnya berada di bawah laut.

Sejak awal tahun 2022, menurut catatan BMKG setidaknya wilayah Banten tercatat sudah puluhan kali mengalami gempa. Baik berupa gempa kecil (lindu), atau gempa sedang yang guncangannya terasa hingga kota lain seperti Jakarta bahkan Bandung.

Tak heran jika terkadang muncul pertanyaan mengenai mengapa Banten sering dilanda gempa?

Prisma Akresi penyebab gempa Banten

Setelah ditelusuri dan mengutip berbagai sumber, diketahui jika salah satu penyebab Banten sering dilanda gempa adalah karena lokasinya yang berada di zona prisma akresi.

Apa yang dimaksud prisma akresi? Prisma akresi adalah wilayah yang rawan terjadi gempa bumi karena berada di atas pusat-pusat gempa. Kawasan daratan ini secara alami terbentuk dari kumpulan sesar-sesar naik atau sesar yang mengangkat akibat proses penumbukan atau penunjaman.

Lebih detail, dijelaskan jika zona prisma akresi terbentuk dari sedimen yang terakresi (perubahan struktur materi lapisan tanah tertentu baik berupa penarikan atau pengumpulan) ke dalam lempeng tektonik, yang menujam ke bawah batas lempeng konvergen.

Sebagian besar material di prisma akresi terdiri dari sedimen-sedimen laut yang tergerus dari bagian lempeng samudra yang menujam, dan di beberapa kasus juga berasal dari hasil erosi dari busur kepulauan vulkanik yang terbentuk pada lempeng di atasnya.

Di sisi lain, gempa bumi yang banyak terjadi tidak hanya di Banten tapi juga di wilayah selatan Jawa sebenarnya menjadi pengingat, bahwa wilayah tersebut berada pada kawasan lempeng yang terus bergerak.

baca juga

Sehingga, pergerakan lempeng tektonik inilah yang menjadi pemicu terjadinya gempa bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Banten, Terasa hingga Jakarta dan Cianjur, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Banten, Terasa hingga Jakarta dan Cianjur, Tidak Berpotensi Tsunami

Bandungbarat | Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Gempa Guncang Banten! Puluhan Ribu Cuitan Menggema di Twitter: Kerasa Banget di Depok

Gempa Guncang Banten! Puluhan Ribu Cuitan Menggema di Twitter: Kerasa Banget di Depok

Bandung | Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:20 WIB

Gempa Bumi Banten Bikin Warga di Mauk Berhamburan Keluar Rumah: Terasa Goyang-goyang

Gempa Bumi Banten Bikin Warga di Mauk Berhamburan Keluar Rumah: Terasa Goyang-goyang

Banten | Minggu, 09 Oktober 2022 | 18:13 WIB

Terkini

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 07:59 WIB

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 07:54 WIB

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 07:51 WIB

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

×