Ragam Kue Kering Khas Lebaran

Sukabumi

Kamis, 03 November 2022 | 18:30 WIB
Ragam Kue Kering Khas Lebaran
Ilustrasi kue nastar (istockphoto.com)

Sukabumi.suara.com - Lebaran adalah hari raya umat muslim diseluruh dunia yang pastinya ditunggu. Maka tak heran Ketika hari ini tiba seluruh umat muslim merayakan dengan suka cita.

Saat suara takbir berkumandang selain ketupat dan opornya. Kue kering khas lebaran pun tak boleh terlewatkan karena kue kering ini hanya setahun sekali dibuatnya, hanya pas lebaran saja.

Berikut rekomendasi kue kering khas lebaran:

Nastar
Ya, nastar kue kering khas lebaran ini terbuat dari tepung dan diisi oleh selai nanas, Cara membuatnya memang agak sulit tapi apabila sudah berhasil kalian tidak akan kecewa dengan rasanya.

Jika kalian tidak sempat membuatnya tak perlu khawatir, kalian bisa membeli ditoko-toko terdekat karena kue nastar akan hadir saat bulan Ramadhan tiba.

Kastangel
Kastangel adalah kue kering khas lebaran yang diatasnya hanya ditaburi oleh keju. Pembuatan kastangel hampir sama dengan pembuatan kue nastar bedanya hanya rasanya yang asin dan di taburi oleh keju.

Semprit
Semprit terbuat dari bahan dasar tepung sagu, yang dibentuk dengan menggunakan alat yag disebut dengan semprit yang dicetak berbagai jenis bunga. Tekstur kue ini lembut dan mudah hancur, rasanya pun manis.

Biji Ketapang
Kue kering khas Lebaran selanjutnya berasal dari masyarakat Betawi. Kue biji ketapang sendiri berbahan dasar kelapa, sehingga rasa lebih condong ke gurih dan manis.

Proses pembuatannya berbeda, yaitu digoreng. Tapi banyak juga dari masyarakat kita membuat Ketapang tidak memakai kelapa.

baca juga

Akar kelapa
Kue kering berasal dari budaya Betawi juga. Bahan dasar kue ini mirip seperti biji ketapang, yaitu kelapa dan sagu. Hanya saja, akar kelapa memiliki tekstur lebih renyah dan tidak sekeras biji ketapang.

Kue kembang goyang
Masih dengan kebudayaan Betawi, kue selanjutnya yaitu kembang goyang juga merupakan camilan tradisional khas daerah Jakarta. Masyarakat sekitar kerap menyajikan kue ini saat Lebaran tiba.

Nama tersebut diambil dari cara pembuatannya, dimana harus digoyang terlebih dahulu agar adonan terlepas dari cetakan. Untuk rasa, kue kering ini juga bercita rasa manis dan gurih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

Sukabumi | Kamis, 03 November 2022 | 10:59 WIB

Dua Produsen Obat Dicurigai BPOM Atas Penyalahgunaan Bahan Baku Obat Sirup

Dua Produsen Obat Dicurigai BPOM Atas Penyalahgunaan Bahan Baku Obat Sirup

Sukabumi | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Catat! Ini 30 Obat Sirup yang Aman Dikonsumsi Berdasarkan BPOM

Catat! Ini 30 Obat Sirup yang Aman Dikonsumsi Berdasarkan BPOM

Sukabumi | Senin, 24 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Terkini

Tumbangkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Tumbangkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:07 WIB

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:46 WIB

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB