Sukabumi.suara.com - Aksi Ria Ricis mengajak Moana, buah hatinya yang masih berumur 5 bulan menaiki jetski dikutuk oleh warganet. Ria Ricis dianggap membahayakan keselamatan bayinya. Lebih lagi dalam momen tersebut, sang bayi tidak dipakaikan baju pengaman renang.
Aksi tersebut mendapat banyak tanggapan dari warganet, rekan artis, tak terkecuali para dokter juga. Salah satu dokter yang menanggapi aksi Ricis ini yakni Dokter Nadya Alaydus.
Melalui akun tiktoknya, Dokter Nadya menyebut aksi tersebut termasuk rindak kekerasan pada bayi yang dapat menyebabkan terjadinya Shaken Baby Syndrome.
"Shaken baby syndrome itu kenapa sih? Itu adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat sengaja ataupun tidak sengaja mengguncang, mengayun, memutar badan,atau melakukan lempar tangkap tubuh bayi secara kasar dan juga keras. Walaupun dijadikan cara untuk bermain, tapi ini merupakan tindakan kekerasan pada bayi," ujarnya.
Kondisi ini lebih beresiko terutama pada bayi yang berusia di bawah 2 tahun lantaran dapat mengancam nyawa.
"Kondisi ini bisa beresiko terhadap bayi atau anak di bawah usia 5 tahun. Bahkan oada anak di bawah usia 2 tahun bisa mengancam nyawa," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan secara detail gejala Shaken Baby Syndrome seperti yang terjadi pada Moana. Gejala ini bisa berupa gejala ringan maupun gejala berat.
"Gejala SBS sendiri yaitu bayi muntah, kulit kebiruan,badan bergetar, kelainan pada pernapasan, nafsu makan dan juga minum menurun, kemudian lemas, tidak senyum, atau tak bergairah, lumpuh, juga bisa disertai dengan kejang, atau kesadaran yang menurun," imbuhnya lagi.
Tak hanya itu, Shaken Baby Syndrome juga dapat menimbulkan dampak serius berupa pendarahan otak dan juga cidera saraf.
- Harga BBM di Semua SPBU Kompak Turun
Baca Juga
"Guncangan yang terlalu keras bisa menyebabkan cidera otak akibat perubahan drastis dan cepat pada posisi kepala dan leher. Saat mengalami guncangan otak itu mengalami pergeseran terhadap batang otak yang pada akhirnya dapat menyebabkan robekan pada saraf dan pembuluh darah di otak sehingga bisa terjadi pendarahan otak dan cidera saraf," tegasnya.
Untuk itu, diperingatkan kepada para orang tua agar tidak melakukan gerakan mengguncang atau mengayun baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
"Makanya untuk orang tua, hindari aksi mengguncang atau mengayun bayi terlalu keras dan selalu jaga bayi agar tidak terjatuh atau terbentur. Dan apabila dalam perjalanan hindari rem mendadak. Dan cegah apapun kegiatan yang membuat kepala bayi menjadi terguncang," pungkasnya.