Sebagai informasi, dalam podcast yang dimaksud, Anies mengungkapkan pendapatnya dengan menyinggung bahwa perbedaan pendapat dalam berpolitik merupakan hal yang biasa. Seharusnya, perbedaan ini tak disikapi dengan panik, melainkan perlu dihormati, diberi tempat, dan tak dieleminasi.
"Adanya perbedaan itu membuat kita harus berikan penjelasan lebih, argumen lebih, memberi manfaat ke siapa? Ke publik," ujar Anies.
Dia kemudian melanjutkan bahwa dirinya kerap menerima kritik selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, kritik itu ia terima sebagai permasalahan yang perlu diselesaikan satu per satu.
Sementara pemerintahan saat ini cenderung mematikan kritik.
"Kita kadang-kadang kalau di pemerintahan matiin tuh kritiknya. Sebentar, itu sesungguhnya public education, ada selamanya. Selama faktual, selama tidak menyebarkan kebohongan dan kebencian, gitu kira-kira, itu normal. Jadi, misal ada sebagian yang merasa tidak setuju, nggak apa, toh ada yang setuju juga," tutur Anies.