Suara Sumatera- Ketua Relawan Anies Baswedan di Bukittinggi, Sumatra Barat, beberapa waktu lalu begitu mengejutkan publik. Disebutkan jika menjelang tahun politik akan semakin banyak kejadian antar pendukung atau relawan.
Sehingga muncul sejumlah spekulasi atas perihal tersebut. Belakangan muncul informasi jika ketua relawan Anies Baswedan tersebut dikeroyok oleh pendukung Ganjar Pranowo.
Karena itulah, tidak heran bila video unggahan kanal YouTube MIMBAR POLITIK berikut ini seketika menjadi viral dan meraup banyak penonton.
Pasalnya video itu menarasikan terduga pelaku penganiayaan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi adalah anggota kelompok relawan Ganjar Pranowo yang diduga akan menjadi lawan politik Anies tahun 2024 mendatang.
Mereka pun menyebutkan jika pelaku penganiayaan ialah relawan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang biasa disebut Ganjaris.
"Mengejutkan !! Polisi Temukan Barang Bukti Berupa Kartu Anggota Relawan Ganjaris," begitulah judul yang dituliskan pengunggah video.
Di thumbnail video terlihat foto beberapa pria berseragam oranye yang dikawal ketat petugas kepolisian.
"Breaking News. Akhirnya Pelaku Tertangkap. Polisi Temukan Kartu Anggota Relawan Ganjaris," tulis pemilik video di thumbnail-nya.
Ketika video diputar, terdengar narator yang langsung membahas perihal penganiayaan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi.
Benarkah terduga pelaku penganiayaan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi adalah relawan Ganjar?
PENJELASAN
Video tersebut ternyata sama sekali tidak menarasikan soal keterlibatan relawan Ganjar terhadap penganiayaan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi.
Video justru menarasikan artikel dari salah satu media online mengenai penjelasan polisi terkait penyebab penganiayaan tersebut.
Artikel itu pun menjelaskan bahwa kasus penganiayaan Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan, Idris Sanur, masih dalam penyelidikan Polresta Bukittinggi.
Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal, penganiayaan ini diduga tidak terkait dengan masalah politik namun lebih pada utang-piutang.
Polisi sendiri telah menangkap terduga pelaku penganiayaan Idris dan memastikan bahwa peristiwa yang terjadi bukan karena masalah politik.
Video juga memperlihatkan kolase sejumlah klip yang tidak banyak berkaitan dengan penganiayaan Idris. Justru video memperlihatkan sejumlah potongan video pendapat mengenai pencalonan Anies serta sepak terjang buzzer, salah satunya dari Rocky Gerung.
"Kami pastikan bukan urusan politik, korban dan pelaku saling mengenal. Ini soal utang piutang, untuk sementara satu orang ditetapkan tersangka, yakni perempuan inisial BR usia 37 tahun," kata Plt Kapolresta Bukittinggi AKBP Wahyuni Sri Lestari, dikutip dari Suara Sumbar.
![Puan Maharani dan Ganjar Pranowo [Istimewa]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2023/01/05/1-puan-maharani-dan-ganjar-pranowo.jpg)
KESIMPULAN
Dengan hasil penelusuran demikian, maka dapat disimpulkan bahwa video unggahan kanal YouTube MIMBAR POLITIK tersebut tidak memuat informasi sebagaimana dinarasikan di judul.
Faktanya penganiayaan yang dialami Idrus Sanur adalah karena masalah utang-piutang dan pelakunya juga telah berhasil ditangkap pihak berwenang.
Dengan demikian, video ini dapat dikategorikan sebagai hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].