Suara Sumatera - Elvi menceritakan kondisi anaknya Ken Admiral usai dianiaya oleh Aditya Hasibuan, putra dari perwira Polda Sumut AKBP Achiruddin Hasibuan.
"Habis kejadian, dibawa jahit di sini (pelipis mata). Besoknya kepalanya gak bisa miring kiri dan kanan," kata Elvi di Polda Sumut, Selasa (25/4/2023) malam.
Dalam keadaan sakit, kata Elvi, anaknya terpaksa berangkat ke luar negeri karena harus mengikuti ujian kuliah.
"Dia berobat jalan di sana, untuk sembuhi kepalanya, matanya. Karena matanya beku darahnya semua," ungkapnya.
Dirinya menyerahkan kasus penganiayaan yang dialami anaknya sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
"Kalau untuk perdamaian, saya rasa sudah pernah kami coba. Tetapi memang tidak ada titik temunya," kata ibu korban, Rabu (26/4/2023).
Dirinya meminta kepada pihak Polda Sumut agar terus memproses hukum pelaku penganiayaan.
"Jadi memang saya minta karena anak saya dipijak-pijak melebihi dari binatang. Saya minta proses hukum berjalan lancar aja," ungkapnya.
Diberitakan, seorang anak perwira Polda Sumut melakukan penganiayaan brutal terhadap seorang mahasiswa. Pelaku Aditya Hasibuan alias AH (19) menganiaya korban di depan ayahnya AKBP Achiruddin Hasibuan.
Baca Juga: PDIP Banten Bakal All Out Menangkan Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024
Ironisnya, perwira Polda Sumut itu menonton dan membiarkan anaknya memukuli korban bernama Ken Admiral hingga babak belur.
Saat ini polisi menetapkan Aditya Hasibuan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Sedangkan AKBP Achiruddin Hasibuan juga dicopot dari jabatannya dan ditahan.