Suara Sumatera - Pria yang memiliki penis atau Mr P kecil bisa diperbesar dengan cara operasi. Namun, Mr P hasil operasi bisa menimbulkan risiko fraktur atau patah saat berhubungan seks.
Hal itu dinyatakan pakar seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha. Menurutnya, ukuran Mr P merupakan bawaan dari lahir atau dipengaruhi genetika keluarga. Namun, dengan intervensi medis seperti operasi ukuran Mr P bisa dipanjangkan dan diperbesar.
"Jadi memang kita bisa memperbesar dengan cara mengoperasi. Artinya kaki-kaki dari pada alat kelamin pria itu ditarik," ujar Dokter Boyke dalam konten TikTok @boykewomenscare dikutip dari Suara.com, Kamis (4/5/2023).
Hanya saja, kata dokter Boyke, efek samping risiko memperbesar atau memanjangkan penis, bisa menyebabkan patah saat berhubungan seks.
"Tapi akibatnya apa, operasi seperti itu ada di Italia, ada di Amerika, alat kelaminnya mudah patah saat berhubungan seksual," katanya.
Fraktur penis adalah kondisi yang terjadi akibat bengkoknya Mr P saat ereksi secara tiba-tiba. Paksaan ini mengakibatkan robekan tunica albuginea atau lapisan bagian dalam saat penis ereksi.
Fraktur penis merupakan kondisi darurat medis, sehingga orang yang mengalami ini harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sekaligus mencegah terjadinya masalah seksual permanen.