Suara Sumatera - Tidak hanya orang tua, kini gangguan atau penyakit jantung juga sering dialami anak muda. Ada berbagai faktor yang membuat gangguan jantung mulai menyerang anak muda.
Penyumbatan koroner ringan perlahan dimulai pada usia akhir 20-an karena peningkatan kolesterol atau faktor genetik yang mendasari kasus gangguan jantung.
Dr. Tan Kok Leng dari Pantai Hospital Kuala Lumpur mengatakan, salah satu faktor gangguan jantung adalah gaya hidup modern yang kurang sehat dan pada akhirnya menyebabkan berbagai macam penyakit.
"Anak muda sering mengonsumsi makanan cepat saji dan merokok atau vaping. Kebiasaan buruk ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis," katanya melansir Antara, Senin (15/5/2023).
Gaya hidup yang buruk juga menyebabkan hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Beberapa penyakit itulah yang dapat menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung.
"Konsumsi minuman beralkohol menjadi faktor berikutnya mengapa gangguan jantung di kalangan anak muda mulai meningkat. Kebiasaan tersebut mampu menghasilkan kardiomiopati alkoholik, yaitu suatu kondisi di mana alkohol melemahkan otot jantung secara langsung," ujarnya.
Rutinitas anak muda yang betah duduk berlama-lama di depan meja kerja ikut menyumbang risiko penyakit jantung. Namun olahraga berat pun sama besar risikonya.
Latihan beban secara berlebihan dapat meningkatkan ketebalan otot jantung. Banyak anak muda turut mengonsumsi suplemen yang dapat menyebabkan kerusakan jantung serta menyebabkan aritmia.
Anak muda biasa mengalami stres akibat tekanan hidup yang tinggi. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Sekretaris MA Hasbi Hasan Dipanggil KPK Rabu Depan, Bakal Ditahan?
Tingginya kadar kortisol akibat stres jangka panjang, menurut penelitian, dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami penyakit kolesterol dan hipertensi.
Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Dapat disimpulkan bahwa orang berusia muda sekarang cukup berisiko mengalami gangguan jantung karena faktor gaya hidup dan sisi psikologis. Fenomena itu menjadi pengingat bagi masyarakat agar semakin waspada dengan bahayanya penyakit jantung.
Dirinya menyarankan agar masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya skrining gangguan jantung sedari dini.
"Orang yang berusia di atas 40 tahun sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk orang berusia pertengahan 30-an yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung," katanya.