Suara Sumatera - Bakal Calon Presiden atau Bacalon Koalisi untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan diminta agar segera mengumumkan wakilnya. Mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengharapkan pengumuman tersebut bertepatan dengan tahun baru Islam.
Musni Umar blak-blakan menyarankan agar Anies melakukan pengumuman atau deklarasi Cawapresnya di momentum 1 Muharam atau tahun baru Hijriyah/tahun baru islam.
“Koalisi Perubahan untuk Persatuan sudah didesak supaya segera mendeklarasikan calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan sebagai calon presiden dari KPP,” cuit Musni di akun twitter pribadinya, dikutip Selasa (13/6/23).
“Sehubungan itu, maka sebaiknya dipertimbangkan pelaksanaan deklarasi calon wakil presiden dari koalisi perubahan untuk persatuan, dilakukan pada Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1445 H,” tambahnya.
Musni membeberkan beberapa sebab mengapa ia menyarankan agar deklarasi dilakukan saat momen 1 muharam.
Menurutnya, pada momentum tersebut Anies dan tim bisa mengambil berkah dan nilai-nilai perjuangan nabi.
“Untuk mengambil keberkahan, hikmah, spirit dan pelajaran dari Hijrah Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya dari Makkah ke Yastrib (Madinah) untuk mewujudkan perubahan, perbaikan, keadilan, perkembangan dan kemajuan seluruh bangsa Indonesia,” jelasnya.
“Untuk mengambil momentum Tahun Baru Hijriyah guna memperkuat kebersamaan dan kerja sama, persatuan dan kesatuan disertai semangat membangun bangsa dan negara, sehingga lebih baik, lebih sejahtera, lebih adil dan beradab,” tambahnya.
Alasan lain yang Musni beberkan ialah melakukan evaluasi, mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan serta untuk berlomba dalam kebaikan. Selain itu, Untuk mengokohkan tekad dan semangat guna mewujudkan perubahan positif dari kondisi yang tidak baik.
Baca Juga: 5 Alasan Kamu Harus Nonton Drama Korea Bitch and Rich, Banyak Angkat Isu Sosial!
"Untuk memperjuangkan peningkatan kualitas dalam berbagai aspek di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, pertahanan, keamanan dan lain sebagainya. Untuk memupuk spirit berubah dalam berbagai aspek kehidupan serta sebagai pendorong untuk terus berjuang mewujudkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, kebenaran, toleransi dan persatuan guna mewujudkan kesetaraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.