Suara Sumatera - Nasib pilu dialami seorang ibu bernama Supiah. Ia diduga ditelantarkan anaknya di pinggir jalan di Medan. Wanita itu berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Hal tersebut diketahui dari unggahan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman di Instagramnya dikutip Selasa (28/6/2023).
"Alangkah pilunya hati orangtua, jika selama pengorbanannya sama sekali tidak dianggap oleh anak-anaknya. Apalagi sampai dicampakkan dan ditelantarkan di pinggir jalan," tulisnya.
Aulia mengatakan bahwa ibu itu diantar warga sekitar ke posko pengaduan yang tepat di sebelah rumahnya. Ibu itu ditemukan dalam keadaan sakit dan memegang kantong plastik yang berisi pakaian.
"Ini Ibu Supiah, baru saja diantar oleh warga sekitar ke posko pengaduan yang bertepatan sebelah rumah, beliau sama sekali tidak memiliki identitas, teganya si anak meninggalkan ibunya dalam keadaan lusuh dan sakit tanpa memiliki uang sama sekali, hanya ada bungkusan plastik berisikan baju," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, kata Aulia, ibu itu ditemukan dalam keadaan kebingungan. Ia sengaja ditelantarkan oleh anaknya bernama Epah.
"Miris hati saya mendengar informasi yang disampaikan oleh warga, bahwa ibu ini dalam keadaan linglung atau kebingungan seperti ada trauma berat yang dihadapinya, yang dengan sengaja ditelantarkan oleh anaknya bernama Epah," ungkapnya.
Aulia menjelaskan, Supiah berasal dari Kecamatan Perdagangan, Simalungun. Beberapa hari yang lalu, Supiah ditinggalkan oleh anaknya di pinggir sungai.
"Ibu ini sempat bilang bahwa dia berasal dari Perdagangan, Kabupaten Simalungun, dan beberapa hari lalu dibawa anaknya jalan dan diturunkan di pinggir sungai, hingga sampai sekarang tidak juga dicari oleh pihak keluarganya," cetus Aulia.
Baca Juga: 8 Momen Saat Gewa Berinteraksi dengan 'Sosok' Glenn Fredly, Penuh Haru!
Aulia lalu menghubungi Dinas Sosial Kota Medan agar dapat pertolongan. Selain itu, dirinya juga akan mencari tahu keluarga Supiah.
"Setelah dibersihkan oleh warga di posko, saya langsung menghubungi pihak Kecamatan Medan Deli dan Dinas Sosial Kota Medan agar dapat dapat membantu persoalan yang dihadapi ibu Supiah sekaligus mencari tahu dimana tinggal keluarganya baik yang di Medan maupun di Perdagangan, Kabupaten Simalungun," jelasnya.
Aulia berharap pihak keluarga segera menyadari kekhilafan yang dilakukan dan kembali merawat Supiah. Dirinya juga menyampaikan soal larangan durhaka kepada orang tua berdasarkan dalil dalam Al-Quran.
"Semoga pihak keluarga segera menyadari kekhilafan yang mereka lakukan, dan segera dapat bertemu dan merawat kembali ibunya. Karena tanpa Ibu, kita tidak akan bisa terlahir ke dunia ini. Karena banyak dalil dalam Al-Qur’an tentang larangan menzolimi atau durhaka kepada orang tua yang akan di balas langsung baik dunia maupun di akhirat oleh Allah SWT, ini peringatan tegas buat kita sebagai insan manusia," katanya.