DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
Ilustrasi ekspor
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menetapkan PT DSI sebagai pengelola tunggal ekspor komoditas strategis mulai 1 Juni 2026 mendatang.
  • Kebijakan satu pintu ini menyasar batubara, kelapa sawit, dan ferroalloy untuk memperketat pengawasan serta mencegah manipulasi perdagangan.
  • Pemerintah mewajibkan eksportir mengintegrasikan data logistik melalui sistem CEISA 4.0 hingga pemberlakuan penuh pada 1 Januari 2027.

Suara.com - Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan pembenahan radikal dalam tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.

Mulai 1 Juni 2026, mekanisme ekspor akan dialihkan melalui sistem satu pintu yang dikendalikan penuh oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor baru, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Persero) atau PT DSI. Kebijakan strategis ini akan melewati masa transisi terlebih dahulu hingga akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Tujuannya adalah memperketat pengamanan kekayaan alam nasional sekaligus memastikan pemanfaatannya berorientasi penuh pada kemakmuran masyarakat.

Pada fase perdana, pemerintah akan memprioritaskan kebijakan ini pada tiga komoditas andalan yang selama ini menjadi penopang utama neraca perdagangan luar negeri Indonesia.

"Pelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang merupakan juga tiga ekspor terbesar kita, yang pertama adalah batubara, kedua kelapa sawit, dan ketiga terkait dengan ferroalloy," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Airlangga memaparkan bahwa pemusatan jalur ekspor di bawah payung PT DSI sengaja dirancang untuk memperkuat fungsi pengawasan vertikal.

Selain memvalidasi akurasi data perdagangan nasional, pemerintah berkomitmen penuh menutup segala bentuk celah manipulasi yang kerap merugikan keuangan negara.

"Pengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Sekali lagi ini adalah memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Tujuannya untuk mencegah praktik under-invoicing, transfer pricing, dan terkait dengan pelarian devisa hasil ekspor," tegas Menko Perekonomian.

Melalui standardisasi skema satu pintu ini, angka kapitalisasi perdagangan yang dilaporkan dipastikan akan merefleksikan nilai transaksi riil di lapangan. Hasil akhirnya diharapkan mampu mendongkrak pendapatan negara secara signifikan melalui sektor pajak dan denda sektor komoditas.

Berdasarkan data statistik yang dihimpun otoritas sepanjang tahun buku 2025, gabungan nilai pengapalan batu bara, minyak kelapa sawit, serta produk besi paduan (ferroalloy) sukses menyentuh angka 66,13 miliar dolar AS. Angka jumbo tersebut merepresentasikan sekitar 23,4 persen dari total keseluruhan rapor ekspor nasional.

Secara lebih rinci, komoditas batu bara memimpin dengan sumbangsih sebesar 24,48 miliar dolar AS. Menempel ketat di posisi kedua, sektor kelapa sawit membukukan nilai sebesar 24,42 miliar dolar AS, sedangkan klaster ferroalloy menyumbang angka perdagangan senilai 16,49 miliar dolar AS.

Pemerintah menjamin operasional perdagangan luar negeri tidak akan mandek mendadak pada peresmian 1 Juni 2026 besok. Selama fase adaptasi berjalan, korporasi maupun para pelaku eksportir tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas logistik serta pengapalan secara mandiri seperti sedia kala.

Kendati demikian, para pengusaha kini memikul kewajiban baru untuk menyerahkan transparansi data aktivitas logistiknya kepada PT DSI. Seluruh proses integrasi administrasi ini diwajibkan melewati interkoneksi portal CEISA 4.0, platform digital terpadu milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Evaluasi komprehensif akan digulirkan tim lintas kementerian pada tiga bulan pertama untuk menakar efektivitas dan hambatan teknis regulasi baru ini sebelum diberlakukan penuh secara mengikat.

"Sesuai dengan tahapan yang disiapkan, implementasi secara penuh berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Dengan demikian para pengusaha-pengusaha atau para pelaku ataupun eksportir dan pihak-pihak yang terkait memiliki waktu cukup untuk melakukan penyesuaian," tutup Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:41 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×