Suara Sumatera - Politisi senior PDIP Panda Nababan menyebut Gibran Rakabuming sebagai anak Ingusan. Hal itu membuat Panda memastikan jika Gibran masih harus banyak belajar di dunia politik.
Panda menyebut Gibran memerlukan waktu yang panjang di dunia politik sehinggus menghindari adanya isu dinasti politik.
Lebih lanjut, Panda menyebut Gibran harus sering mendekatkan diri ke rakyat seperti sang ayah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia tak setuju jika Gibran maju sebagai cawapres seperti yang diisukan.
"Dia juga mesti tunjukkan bagaimana kedekatan dia ke rakyat, bagaimana dia memperjuangkan rakyat, seperti yang dilakukan bapaknya," sambung Panda.
"Tiba-tiba anak presiden langsung jadi ya nggak lah," imbuh Panda.
PSI mengungkapkan jika Giran sudah membuktikan dirinya mampu menjadi Wali Kota Solo. Ketua DPP PSI, Ariyo Bimmo mengatakan apa yang dilakukan Gibran membuat Solo berkembang menjadi kota kreatif dan ekonominya tumbuh.
“Apa yang dilakukan Gibran di Solo seperti elevated rel, revitalisasi Solo Technopark Park, Taman Balekambang, IKM Mebel Gilingan dll. adalah hal yang luar biasa. Mungkin jauh melebihi prestasi politisi-politisi senior lainnya,” beber Ariyo.
Politisi senior termasuk yang ada di PDIP harusnya malu pada Gibran yang disebut anak ingusan. Menurut PSI, selain merasa malu, seharusnya politis senior bersyukur pada politisi senior seperti Gibran yang masih muda tapi mau terjun ke politik.
“Masalah yang juga tidak lepas dari "mungkin" ulah politisi-politisi senior yang sekarang masih merasa nyaman berkuasa. Waktunya yang Senior bertaubat,” sambungnya.
Usia bukan lagi jaminan seseorang siap memimpin sehingga sudah terbukti jika senior-senior juga korup.
“Tidak pantaslah politisi senior PDIP menyebut Gibran "Anak Ingusan". Kalau PDIP tidak menghargai anak muda berprestasi seperti Gibran dengan menyebutnya anak ingusan, PSI siap menerima Gibran,” tutup Ariyo.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.